Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sebuah babak baru kolaborasi antarwilayah resmi tertulis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Jawa Tengah sepakat mempererat sinergi yang tidak hanya mengincar angka-angka statistik ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan nasional. pertemuan ini bertempat di Gedung Mahan Agung, Selasa malam (6/1),
Pertemuan antara Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bukan sekadar seremoni, dibalik jabat tangan hangat, tersemat nilai transaksi fantastis sebesar Rp833 miliar yang lahir dari komitmen konkret diatas meja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Mirza menekankan bahwa hubungan kedua provinsi ini memiliki kedalaman emosional yang jarang dimiliki daerah lain.
Jejak sejarah transmigrasi telah menciptakan akulturasi budaya yang harmonis, menjadikan warga Jawa Tengah sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pembangunan di Lampung.
Secara strategis, kerja sama ini merupakan gabungan antara potensi dan kompetensi. Lampung, sebagai pintu gerbang Sumatera, kokoh dengan keunggulan sektor agraris dan ketersediaan bahan baku.
Disisi lain, Jawa Tengah hadir sebagai kompas nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur.
Transformasi dan Kesepakatan
Kesepakatan yang dituangkan dalam nota kesepahaman ini mencakup 11 sektor kunci yang diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kedua provinsi:
1. Penguatan Pendidikan Vokasi Jenjang SMK.
2. Fasilitasi Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan.
3. Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
4. Peningkatan Kapasitas Institusi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Maritim, dan Perikanan.
5. Pengembangan Wisata Religi dan Wisata Bahari (Pahawang & Karimunjawa).
6. Kerjasama Perdagangan Penyediaan Komoditas.
7. Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.
8. Kerjasama Suplai Bahan Baku Tepung Tapioka.
9. Kemitraan Rantai Pasok Industri dan Perdagangan (Gula Kristal, Ubi, Kopi, Bawang).
10. Kerjasama Perdagangan Multi Komoditas.
11. Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah, petinggi BUMD, dan asosiasi pengusaha dalam pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan ini akan segera diterjemahkan ke dalam langkah operasional di lapangan.
Sinergi ini membuktikan bahwa di tengah kompetisi global, kolaborasi domestik yang kuat adalah kunci. Lampung dan Jawa Tengah kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang demi kedaulatan pangan dan industri nasional. (*)






