Nilai Transaksi Capai Rp833 Miliar, Gubernur Lampung dan Jateng Teken Kerjasama Ekonomi

- Editor

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sebuah babak baru kolaborasi antarwilayah resmi tertulis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Jawa Tengah sepakat mempererat sinergi yang tidak hanya mengincar angka-angka statistik ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan nasional. pertemuan ini bertempat di Gedung Mahan Agung, Selasa malam (6/1),

Pertemuan antara Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bukan sekadar seremoni, dibalik jabat tangan hangat, tersemat nilai transaksi fantastis sebesar Rp833 miliar yang lahir dari komitmen konkret diatas meja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Mirza menekankan bahwa hubungan kedua provinsi ini memiliki kedalaman emosional yang jarang dimiliki daerah lain.

Jejak sejarah transmigrasi telah menciptakan akulturasi budaya yang harmonis, menjadikan warga Jawa Tengah sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pembangunan di Lampung.

Secara strategis, kerja sama ini merupakan gabungan antara potensi dan kompetensi. Lampung, sebagai pintu gerbang Sumatera, kokoh dengan keunggulan sektor agraris dan ketersediaan bahan baku.

Disisi lain, Jawa Tengah hadir sebagai kompas nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur.

Transformasi dan Kesepakatan

​Kesepakatan yang dituangkan dalam nota kesepahaman ini mencakup 11 sektor kunci yang diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kedua provinsi:

1. ​Penguatan Pendidikan Vokasi Jenjang SMK.
2. ​Fasilitasi Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan.
3. ​Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
4. ​Peningkatan Kapasitas Institusi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Maritim, dan Perikanan.
5. ​Pengembangan Wisata Religi dan Wisata Bahari (Pahawang & Karimunjawa).
6. ​Kerjasama Perdagangan Penyediaan Komoditas.
7. ​Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.
8. ​Kerjasama Suplai Bahan Baku Tepung Tapioka.
9. ​Kemitraan Rantai Pasok Industri dan Perdagangan (Gula Kristal, Ubi, Kopi, Bawang).
10. ​Kerjasama Perdagangan Multi Komoditas.
11. ​Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.

​Kehadiran jajaran pimpinan daerah, petinggi BUMD, dan asosiasi pengusaha dalam pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan ini akan segera diterjemahkan ke dalam langkah operasional di lapangan.

Sinergi ini membuktikan bahwa di tengah kompetisi global, kolaborasi domestik yang kuat adalah kunci. Lampung dan Jawa Tengah kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang demi kedaulatan pangan dan industri nasional. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Ubah Aturan SLIK!
Gaji Ke-13 ASN Siap Cair, Ini Jadwal dan Besarannya!
Indonesia Pilih Minyak Mentah Rusia, Bahlil: Tidak Ada Impor BBM!
Cuma Bayar Sejutaan dan Cicilan Super Ringan, Menteri Ara Sediakan Rumah Bagi Pekerja Dapur MBG
Makan Gratis Kok Pakai Motor Listrik Rp42 Juta? KPK Mulai Bidik ‘Proyek Janggal’ BGN!
Telan Anggaran Nyaris Rp 100 Miliar, Pemprov Lampung Perbaiki Jalan Wisata Pesisir Tanggamus
Musrenbang Lampung 2026: Gubernur Fokus Penguatan Pertanian, Kejar Target Ekonomi 8 Persen
Tak Cuma Sukses Tekan Harga Sembako, Pemprov Lampung Usul 22 Ribu Rumah Hunian!
Berita ini 3,056 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:52 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Ubah Aturan SLIK!

Minggu, 19 April 2026 - 07:04 WIB

Gaji Ke-13 ASN Siap Cair, Ini Jadwal dan Besarannya!

Minggu, 19 April 2026 - 05:31 WIB

Indonesia Pilih Minyak Mentah Rusia, Bahlil: Tidak Ada Impor BBM!

Sabtu, 18 April 2026 - 15:36 WIB

Cuma Bayar Sejutaan dan Cicilan Super Ringan, Menteri Ara Sediakan Rumah Bagi Pekerja Dapur MBG

Jumat, 17 April 2026 - 08:57 WIB

Makan Gratis Kok Pakai Motor Listrik Rp42 Juta? KPK Mulai Bidik ‘Proyek Janggal’ BGN!

Berita Terbaru