Protes Sopir Truk di Pelabuhan Merak: Lima Hari Menunggu, Perut Kosong, Dompet Kering!

- Editor

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Merak – Riuh rendah suara klakson dan deru mesin truk yang biasanya mendominasi kawasan Pelabuhan Merak, Banten, berganti menjadi kepulan emosi yang membuncah, pada Sabtu (27/12). 

Tatusan sopir truk tak lagi bisa membendung kekecewaan mereka. Mereka turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi menuntut keadilan atas akses jalan yang seolah tertutup bagi roda ekonomi yang mereka kendalikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan bermula sejak 19 Desember lalu. Kebijakan pengalihan arus kendaraan besar dari Pelabuhan Merak ke Bandar Bakau Jaya (BBJ) dan Ciwandan ternyata menjadi buah simalakama.

Alih-alih mengurai kemacetan libur akhir tahun, kebijakan ini justru memicu antrean mengular yang menyiksa.

Kondisi di lapangan sudah melampaui batas kewajaran. Para sopir melaporkan telah tertahan dalam antrean hingga lima hari lamanya.

Dbawah terik matahari dan dinginnya angin malam Pelabuhan, ketahanan fisik mereka rontok. Laporan mengenai sopir yang kelelahan hebat hingga pingsan bukan lagi sekadar isapan jempol.

​Marhan, Ketua Persatuan Sopir Truk (Petruk) Merak, menggambarkan situasi ini dengan nada getir. Baginya, ini bukan sekadar masalah kemacetan, melainkan masalah kelangsungan hidup.

“Satu kelamaan nunggu, perut kosong duit habis, akhirnya itu internal sesama pengemudi melampiaskan kegaduhan,” ujar Marhan dengan raut wajah penuh beban.

​Marhan menjelaskan bahwa kegaduhan yang terjadi merupakan bentuk spontanitas dari rasa frustrasi yang mendalam. Bunyi perut yang keroncongan dan dompet yang kian menipis karena biaya operasional yang membengkak selama antrean menjadi pemicu utamanya.

“Perut bunyi terus iya, solidaritas sesama driver aja mereka. Kalau dari Petruk hanya ngawal,” tambahnya, menegaskan bahwa aksi ini adalah jeritan hati nurani para pengemudi.

Hingga berita ini diturunkan, para sopir masih berharap ada solusi konkret dari pihak otoritas pelabuhan dan kepolisian.

Mereka tidak meminta kemewahan, hanya akses yang lancar agar bisa segera kembali ke pelukan keluarga dengan sisa uang jalan yang tak habis dimakan waktu di antrean. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lahan 4 Warga Ulu Belu Terbakar Malam Hari, PT PGE Kerahkan Mobil Pemadam dan 5 Personel
Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Tanggamus Kerahkan Water Cannon
Viral Umpatan Wartawan Tai, Konten Kreator Makmun Serbaguna Dilaporkan ke Polres Tulang Bawang
ASN PPPK Bandar Lampung Ditangkap, Bawa Kabur Mahasiswi Tasikmalaya dan Pakai Data untuk Pinjol
Peras Kepala Desa Rp2,5 Juta, Oknum Wartawan Terjaring OTT Polres Pesawaran
Simpan 11 Klip Sabu, Dua Warga Labuhan Maringgai Diringkus Polisi
25 Jam Mengamuk, Gunung Anak Krakatau Kini Beralih ke Fase Strombolian!
Curi Toyota Rush, Pemuda Lampung Utara Diringkus Saat Hendak Jual Mobil di Bandar Lampung
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:21 WIB

Lahan 4 Warga Ulu Belu Terbakar Malam Hari, PT PGE Kerahkan Mobil Pemadam dan 5 Personel

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Tanggamus Kerahkan Water Cannon

Senin, 7 September 2026 - 14:13 WIB

Viral Umpatan Wartawan Tai, Konten Kreator Makmun Serbaguna Dilaporkan ke Polres Tulang Bawang

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

ASN PPPK Bandar Lampung Ditangkap, Bawa Kabur Mahasiswi Tasikmalaya dan Pakai Data untuk Pinjol

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Peras Kepala Desa Rp2,5 Juta, Oknum Wartawan Terjaring OTT Polres Pesawaran

Berita Terbaru