Gubernur Mirza dan Bupati Saleh Tinjau Efektivitas Pupuk Cair, Targetkan Hilirisasi di 2.000 Desa

- Editor

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Tanggamus – Ditengah hiruk-pikuk isu pupuk kimia yang kerap mencekik leher petani dengan harga selangit dan kelangkaan yang misterius, sebuah angin segar berhembus dari ladang-ladang di Kabupaten Tanggamus.  

Hari ini, Rabu (17/12), aroma tanah basah dan harapan baru menyeruak saat jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus meninjau langsung efektivitas Pupuk Organik Cair (POC). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Gubernur Lampung tak dapat menyembunyikan kepuasannya saat melihat langsung hamparan jagung dan padi yang tumbuh perkasa. “Kita lihat sendiri tadi, jagungnya bagus, produksinya meningkat. Di padi pun bulir-bulirnya bertambah,” ujarnya dengan nada senang di hadapan awak media.

​Bagi sang Gubernur, POC bukan sekadar cairan penyubur, melainkan simbol kedaulatan. Pupuk ini diberikan secara gratis, namun yang lebih penting adalah transfer pengetahuannya, masyarakat diajarkan membuat sendiri. 

“Mereka buat sendiri, aplikasikan sendiri, produksi naik, pendapatan pun otomatis terkerek,” tambahnya.

Program ini bukan proyek ‘hangat-hangat tahi ayam’. Tahun ini, POC telah menjangkau 500 desa, dan ambisi pemerintah tidak berhenti di situ. 

Tahun depan, targetnya melonjak tajam hingga 2.000 desa. Sebuah langkah masif untuk memerdekakan petani dari ketergantungan bahan kimia.

Hilirisasi: Mimpi Besar Bupati Saleh

Senada dengan Gubernur, Bupati Tanggamus Saleh Asnawi melihat potensi ini sebagai fondasi menuju industrialisasi pedesaan. Di matanya, POC adalah pintu masuk menuju hilirisasi.

​”Hasilnya signifikan. Pemikiran kami, di Tanggamus ini akan ada hilirisasi. Jadi, saat hasil panen besar, kita olah lagi untuk menambah nilai jual bagi masyarakat,” ungkap Bupati Tanggamus tersebut dengan optimis.

​Bupati juga menekankan pentingnya strategi getok tular atau sosialisasi organik. Petani yang telah merasakan manfaat POC memiliki kewajiban moral untuk mengedukasi tetangga kanan-kirinya.

Langkah Pemprov Lampung dan Pemkab Tanggamus mempromosikan POC adalah langkah strategis di tengah isu krisis pangan global. 

Jika konsisten, program ini tak hanya memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat kimia, tapi juga memperkuat kantong-kantong ekonomi rakyat di tingkat desa. (*) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Duel Berdarah di Kotabumi! Tiga Orang Terkapar Bersimbah Darah Usai Adu Parang dan Pedang
Niat Hati Cari Cuan di Metro, Pemuda Tanggamus Ini Malah Berakhir di Penjara Gara-Gara Curi Emas Majikan
Dipicu Dendam, Pria di Pesibar Tembak Tetangga, Peluru Tembus Dada hingga Kemaluan
10 Gajah Liar Masuki Pemukiman di Sedayu, Ladang Jagung Warga Ludes!
Polda Lampung Libas 17 Sindikat di Pelabuhan Bakauheni, 179,5 Kg Sabu Gagal Edar!
Rekam dan Lakukan Kekerasan Seksual, Polisi Ringkus Pemuda Asal Lamsel Usai Dilaporkan Sang Pacar
Buron Setahun, DPO Kasus Begal Sadis di Lampung Timur Akhirnya Diringkus Polisi
Curi Mobil Orang Tua Teman, Pemuda di Bandar Lampung Ditembak Polisi!
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:43 WIB

Duel Berdarah di Kotabumi! Tiga Orang Terkapar Bersimbah Darah Usai Adu Parang dan Pedang

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:40 WIB

Niat Hati Cari Cuan di Metro, Pemuda Tanggamus Ini Malah Berakhir di Penjara Gara-Gara Curi Emas Majikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:16 WIB

Dipicu Dendam, Pria di Pesibar Tembak Tetangga, Peluru Tembus Dada hingga Kemaluan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18 WIB

10 Gajah Liar Masuki Pemukiman di Sedayu, Ladang Jagung Warga Ludes!

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:44 WIB

Polda Lampung Libas 17 Sindikat di Pelabuhan Bakauheni, 179,5 Kg Sabu Gagal Edar!

Berita Terbaru