Purbaya Soal Penanganan Bencana Sumatera: Ada Anggaran di BNPB 500-600 Milyar

- Editor

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Denpasar – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk penanganan bencana alam yang melanda Sumatera dan wilayah sekitarnya.  

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Purbaya di sela agenda peresmian Rumah Susun Kementerian Keuangan Bali di Denpasar, Jumat (15/12) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menkeu Purbaya menjelaskan, mekanisme penyaluran dan penanganan dana bencana akan dikoordinasikan penuh melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia menegaskan, anggaran yang digunakan bukan berasal langsung dari kantong Kementerian Keuangan, melainkan melalui alokasi dana siap pakai yang dikelola BNPB.

​”Dari Kementerian Keuangan [dana langsung] nggak ada, tapi kan ada anggaran dari BNPB. Kita tunggu permintaan dari BNPB, kalau nggak salah dari bentuk Satgas khusus yang ke sana. Nanti kita lihat seperti apa anggarannya, tapi sudah disediakan dananya,” tegas Menkeu Purbaya.

​Hingga saat ini, Menkeu mengungkapkan belum ada pengajuan resmi penambahan anggaran dari BNPB kepada Kementerian Keuangan. Hal ini dikarenakan BNPB masih memiliki cadangan dana darurat yang dapat segera dimanfaatkan untuk merespons kondisi di lapangan.

“Tapi mereka sudah bisa pakai langsung Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar yang ada di anggaran mereka, anggaran bencana di BNPB. Nanti kalau kurang, ya kan masih bisa diajukan lagi. Dihitung, dananya sudah siap,” tambahnya, menjamin ketersediaan dana jika kebutuhan di lapangan meningkat.

Seperti diketahui, beberapa provinsi di Pulau Sumatera, terutama Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang tengah menghadapi bencana hebat berupa banjir bandang dan tanah longsor.

Laporan mencatat ratusan korban jiwa tewas, ratusan lainnya masih dinyatakan hilang, sementara ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Kondisi diperparah dengan kerusakan fasilitas umum serta kesulitan akses terhadap penerangan dan kebutuhan logistik dasar. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral! Batal Masuk Akte, Nama Bayi “Muhammad MBG Subianto” Ditolak Disdukcapil
Terinspirasi Program Makan Bergizi, Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto
Tepis Isu Perpecahan, Pertemuan Kapolri dan Panglima TNI Yakinkan Publik Tetap Kompak
Cegah Korupsi, Pengamat Ini Usulkan Operasional Program MBG Diserahkan ke 5 Konglomerat Raksasa!
Bukan Cuma di Taman Nasional, Hutan Lampung Jadi Benteng Terakhir Bagi 41 Spesies Langka Dunia
Pukulan Telak OPM! Ratusan Senjata Disita, 59 Anggota Pilih Kembali ke NKRI
Bakamla Pastikan Selat Sunda Aman, Video Viral Erupsi Anak Krakatau Dipastikan Hoaks AI
Ukir Prestasi Gemilang, Kapolda Lampung Terima Tanda Kehormatan Tertinggi dari Presiden RI
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Viral! Batal Masuk Akte, Nama Bayi “Muhammad MBG Subianto” Ditolak Disdukcapil

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:21 WIB

Terinspirasi Program Makan Bergizi, Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto

Senin, 13 Juli 2026 - 13:40 WIB

Tepis Isu Perpecahan, Pertemuan Kapolri dan Panglima TNI Yakinkan Publik Tetap Kompak

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:54 WIB

Cegah Korupsi, Pengamat Ini Usulkan Operasional Program MBG Diserahkan ke 5 Konglomerat Raksasa!

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:44 WIB

Bukan Cuma di Taman Nasional, Hutan Lampung Jadi Benteng Terakhir Bagi 41 Spesies Langka Dunia

Berita Terbaru