Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Banten – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memastikan kondisi keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Selat Sunda hingga saat ini tetap aman dan kondusif.
Bakamla juga menegaskan bahwa video viral yang memperlihatkan letusan besar Gunung Anak Krakatau pada malam hari adalah informasi palsu hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepastian keamanan di Selat Sunda tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan langsung dari unsur KN Tanjung Datu-301. Kapal tersebut terus melakukan patroli dan pengawasan secara intensif di kawasan perairan strategis tersebut.
Terkait video erupsi yang beredar luas di media sosial, Bakamla telah melakukan penelusuran lebih lanjut.
Hasilnya, video letusan tersebut dipastikan bukan rekaman peristiwa nyata, melainkan hasil manipulasi teknologi komputer. Bakamla mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan video tersebut sebagai acuan informasi.
Meski demikian, masyarakat dan pelaku pelayaran tetap diimbau untuk mewaspadai aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebenarnya.
Berdasarkan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas gunung api tersebut memang tengah mengalami peningkatan dan statusnya kini berada di tingkat Siaga (Level III).
Guna mengantisipasi segala kemungkinan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan ketat terhadap dampak aktivitas vulkanik guna menjamin keselamatan pelayaran di sekitar perairan Selat Sunda. (*)






