Dualisme Keraton Surakarta Kian Meruncing: Dua Putra Saling Klaim Pakubuwono XIV, Akankah Berujung Ke Meja Hijau?

- Editor

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Surakarta – Krisis suksesi di Keraton Surakarta Hadiningrat pasca-wafatnya SISKS Pakubuwana XIII pada awal November 2025 kini memasuki babak yang paling meruncing. 

Dalam rentang waktu kurang dari sepekan, dualisme kepemimpinan resmi terjadi, dengan dua putra almarhum Raja sama-sama mengklaim takhta sebagai SISKS Pakubuwono XIV, dan sengketa internal keluarga Keraton dipastikan akan berlanjut ke ranah hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perebutan kekuasaan ini dimulai secara paralel dan terpisah, pada hari Kamis (13/11), faksi yang diwakili oleh putra sulung almarhum Raja, Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi, yang juga dikenal sebagai Mangkubumi, mengadakan pertemuan keluarga besar di Sasana Handrawina.

Dalam forum tersebut, yang turut dihadiri oleh Raja ad interim Keraton Surakarta, KG Panembahan Agung Tedjowulan, Hangabehi dinobatkan sebagai Pangeran Pati atau calon penerus takhta. Penobatan ini diklaim sebagai hasil kesepakatan kerabat dan Sentana Dalem untuk menjaga keutuhan Keraton.

Namun, prosesi tersebut segera mendapat tentangan, termasuk dari GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, kakak perempuan tertua dari kubu pesaing.

Klimaks dari perebutan takhta terjadi dua hari kemudian, pada Sabtu (15/11), ketika kubu putra bungsu, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunagoro atau Gusti Purbaya, mengukuhkan klaimnya melalui prosesi adat nan sakral, Jumenengan Dalem Nata Binayangkare.

Purbaya, yang sebelumnya telah mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwono XIV sesaat sebelum jenazah ayahnya diberangkatkan ke pemakaman Imogiri pada 5 November, secara resmi dilantik sebagai Raja.

Mengenakan ageman takwa berwarna fuchsia, SISKS Pakubuwana XIV Purbaya mengucapkan Sabda Dalem (titah raja) di Bangsal Manguntur Tangkil, Sitihinggil, Keraton Surakarta.

“Di Watu Gilang ini, saya menyatakan bahwa saya akan menggantikan Yang Mulia Raja Pakoe Boewono XIII sebagai Sri Susuhunan di Keraton Surakarta Hadiningrat,” demikian bunyi ikrar yang dibacakan.

Prosesi Jumenengan ini diakhiri dengan kirab mengelilingi Keraton, yang oleh panitia disebut sebagai babak baru penuh harapan dan “pemulihan martabat Keraton Surakarta”.

Ancam Bawa ke Meja Hijau

Sesudah prosesi Jumenengan, kubu Pakubuwono XIV Purbaya menegaskan bahwa penobatan rivalnya, KGPH Hangabehi, tidak sah.

Melalui juru bicara kubunya, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, kubu Purbaya menyatakan penyesalan karena upaya penyelesaian secara kekeluargaan menemui jalan buntu.

Mengambil sikap tegas, kubu Purbaya memastikan akan membawa sengketa suksesi Keraton ini ke jalur hukum.

Keputusan ini menandai eskalasi konflik dynasti yang tidak terhindarkan, mengulang kembali episode kelam dualisme kepemimpinan yang pernah membelah Keraton Surakarta setelah wafatnya Pakubuwana XII.

Dinasti Mataram kini terancam menghadapi kenyataan pahit, jika konflik ini terus bergulir maka penentuan pewaris tahta sebuah kerajaan bersejarah harus diselesaikan melalui mekanisme peradilan negara. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda lampung, dari Dirresnarkoba hingga Kapolresta Bandar Lampung
Polri Mutasi 1.121 Pati dan Pamen, Serta Bentuk Polresta IKN
Masyarakat Kerap Gelap-gelapan, Harta Bos PLN Malah Meroket dari Rp30 M Jadi Rp110 Miliar!
Ratusan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi “Tritura” di Gedung DPR/MPR RI
Viral, Aksi Emak-emak dari Aliansi Perempuan Indonesia, Tuntut Hentikan MBG dan Buka Lapangan Kerja
Demo Mahasiswa Sulut Berujung Ricuh, Pagar DPRD Roboh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Ratusan Mahasiswa BEM Unair dan BEM SI Jatim Gelar Demonstrasi, Tuntut Hentikan MBG dan KDMP!
Sempat Ditolak Pemerintah RI, Karya Anak Bangsa Ini Ditawar Triliunan Rupiah Oleh UEA dan Arab
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:31 WIB

Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda lampung, dari Dirresnarkoba hingga Kapolresta Bandar Lampung

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:42 WIB

Polri Mutasi 1.121 Pati dan Pamen, Serta Bentuk Polresta IKN

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:52 WIB

Masyarakat Kerap Gelap-gelapan, Harta Bos PLN Malah Meroket dari Rp30 M Jadi Rp110 Miliar!

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:59 WIB

Ratusan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi “Tritura” di Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:48 WIB

Viral, Aksi Emak-emak dari Aliansi Perempuan Indonesia, Tuntut Hentikan MBG dan Buka Lapangan Kerja

Berita Terbaru