Wamendagri Bima Arya Panggil 1.104 ‘Panglima Birokrasi’, Ada Apa Nih?

- Editor

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jatinangor – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengumpulkan seluruh ‘panglima birokrasi’ daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Minggu (26/10). 

Pesannya tegas dan menohok: Indonesia berada di persimpangan sejarah. Efektivitas pemerintahan, bukan sekadar rutinitas, adalah satu-satunya jalan untuk lolos dari jebakan negara kelas menengah (middle-income trap) dan mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum strategis bertajuk “Retreat Nasional Sekretaris Daerah se-Indonesia”, yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dan Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Bima Arya memaparkan urgensi yang dihadapi bangsa.

“Kondisi saat ini jauh berbeda dibanding 10 hingga 20 tahun lalu,” buka Bima. “Arah Presiden sangat jelas, Indonesia harus menjadi negara maju dalam 20 tahun. Kalau tidak, kita akan selamanya terjebak sebagai negara kelas menengah.” kata dia.

Dihadapan 1.104 peserta yang terdiri dari Sekda provinsi, kabupaten/kota, serta Kepala Bappeda se-Nusantara, Wamendagri menegaskan bahwa Presiden menuntut irama yang sama. Seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah diminta berjalan sinergis dan kolaboratif.

“Efektivitas itu tidak berarti sebelumnya tidak efektif, tetapi harus lebih tajam, efisien, dan menyatu antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Bima, yang lama malang melintang sebagai kepala daerah, tidak sekadar melontarkan retorika. Ia langsung menunjuk inti persoalan: efisiensi pengelolaan keuangan.

Mengutip buku “Paradoks Indonesia” karya Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti kebocoran anggaran, ia menyebut reformasi pengelolaan keuangan publik kini memasuki babak baru.

“Semangat pemerintahan hari ini adalah memastikan uang negara dikelola jauh lebih efektif. Babak pertama efisiensi sudah dimulai, kini kita masuk babak kedua: penyesuaian dan sinkronisasi transfer ke daerah (TKD),” terang Bima.

Mantan Wali Kota Bogor itu mengaku paham tantangan yang dihadapi para Sekda akibat penyesuaian kebijakan TKD. Namun, ia menegaskan langkah itu mutlak diperlukan agar program pembangunan berjalan tepat sasaran tanpa pemborosan.

Forum di Jatinangor ini, yang juga menghadirkan 22 kementerian/lembaga terkait, diposisikan sebagai ruang mediasi.

Kemendagri, kata Bima, akan menjembatani dua kepentingan. “Di satu sisi, pemerintah pusat mendorong efektivitas APBD dan realisasi program prioritas nasional. Di sisi lain, kami juga mendengar langsung kebutuhan dari daerah,” jelasnya.

Secara spesifik, Bima mengungkap tugas baru para wakil menteri dalam negeri: menjadi mentor dan “tempat curhat” bagi para kepala daerah. Ia sendiri ditugaskan mengawal wilayah Jawa dan Sumatra, sementara dua wamen lainnya memegang kawasan Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan Nusa Tenggara.

“Kami ingin hadir langsung, mendengar tantangan di lapangan, dan menyampaikan kebijakan pusat agar nyambung dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.

Dengan gaya khasnya yang hangat, Bima Arya menutup sambutan dengan pesan yang menusuk namun dibalut humor, merujuk pada realitas baru pengelolaan anggaran.

“Angka TKD mungkin tidak sama lagi, tapi semangat dan kinerja harus tetap sama. Tetap terima, tetap semangat untuk Indonesia maju.” ungkapnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sambil Santai Elus Kucing, Wapres Gibran Beri Pesan Menohok Soal AI untuk Pelajar!
Atasi Keterbatasan APBD Danai Proyek Pembangunan, Pemprov Lampung Terapkan Skema Pembiayaan Kreatif
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Nasional Top Regional Leader Awards 2026
Bocor Rp12 Triliun Setahun! Zulhas Ungkap Praktik Jual Beli Titik Dapur MBG
Diam-diam Pemprov Lampung Rancang APBD 2026 yang Beda, Fokus Pelayanan Publik!
Bansos Berubah Total! Dari Barang Bakal Jadi Transfer Tunai Rp5,4 Juta per Tahun
Usai Dilantik, Nanik S Deyang Ubah Arah MBG 2026, dari Moratorium Dapur Baru hingga Cari Dana Alternatif!
Sah! Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Distribusi MBG Kini Dikawal Ketat
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:30 WIB

Sambil Santai Elus Kucing, Wapres Gibran Beri Pesan Menohok Soal AI untuk Pelajar!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:34 WIB

Atasi Keterbatasan APBD Danai Proyek Pembangunan, Pemprov Lampung Terapkan Skema Pembiayaan Kreatif

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:35 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Nasional Top Regional Leader Awards 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:11 WIB

Bocor Rp12 Triliun Setahun! Zulhas Ungkap Praktik Jual Beli Titik Dapur MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:01 WIB

Diam-diam Pemprov Lampung Rancang APBD 2026 yang Beda, Fokus Pelayanan Publik!

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Curi Mobil Orang Tua Teman, Pemuda di Bandar Lampung Ditembak Polisi!

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:51 WIB