Cari Celah Ubah Konstitusi, Trump Ambisi Jadi Presiden 3 Periode!

- Editor

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump (Dok. Reuters).

Hariannarasi.com, Washington DC – Tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan anjlok ke titik terendah.

Di tengah merosotnya dukungan ini, sikap Trump yang sebelumnya berambisi memperpanjang masa kepresidenan menjadi tiga periode kini tampak kian ambigu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Reuters/Ipsos pada pertengahan Agustus 2026, tingkat persetujuan publik terhadap Trump terperosok ke angka 33 persen, sementara mayoritas atau 64 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerjanya.

Dihimpun dari Reuters, kejatuhan popularitas ini utamanya dipicu oleh eskalasi perang antara AS dan Iran yang menguras sumber daya, lonjakan tajam harga bahan bakar minyak (BBM), serta tekanan ekonomi menjelang pemilihan sela (midterm elections) pada November mendatang.

​Tekanan politik tersebut tampaknya berdampak langsung pada manuver sang presiden.

Mengutip analisis dari The Economic Times, Trump kini menunjukkan pergeseran nada bicaranya kepada publik.

Apabila sebelumnya ia secara frontal menyebut tidak bercanda soal masa jabatan ketiga, gemar mengenakan atribut kampanye “2028”, dan memerintahkan sekutu politiknya mencari celah amandemen, belakangan ini ia justru mulai membahas kehidupannya usai tak lagi menduduki kursi kepresidenan.

​Meski demikian, Trump belum pernah secara terbuka menarik kembali wacana periode ketiga tersebut.

Pola komunikasinya yang ambigu sengaja diciptakan untuk membiarkan pendukung serta lawan politiknya terus berspekulasi.

​Sebagai informasi, Amandemen ke-22 Konstitusi AS secara absolut membatasi seseorang menjabat sebagai presiden maksimal dua periode, baik berturut-turut maupun tidak.

Prosedur untuk mengubah amandemen tersebut membutuhkan dukungan dari mayoritas mutlak yang nyaris mustahil dicapai, yakni dua pertiga suara Kongres dan persetujuan dari 38 negara bagian.

​Gagasan masa jabatan ketiga ini juga sangat tidak populer di mata warga AS. Merujuk pada riset jajak pendapat, dua pertiga masyarakat Amerika Serikat menentang keras wacana pencabutan Amandemen ke-22, termasuk tingginya tingkat penolakan dari basis pemilih Partai Republik sendiri.

​Sejumlah pakar menilai, ambiguitas sikap Trump soal Pilpres 2028 merupakan strategi psikologis untuk mencegah dirinya dipandang sebagai lame duck (presiden yang kehilangan pengaruh di akhir masa jabatan), meskipun realitas kejatuhan popularitasnya kini berbicara sebaliknya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!
Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!
Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!
Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!
Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’
Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!
Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!

Rabu, 30 September 2026 - 09:56 WIB

Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!

Rabu, 30 September 2026 - 09:07 WIB

Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’

Berita Terbaru