Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, masih terus berlangsung dan belum berhasil dijinakkan hingga Minggu (25/10).
Situasi ini semakin mengkhawatirkan lantaran titik api dilaporkan telah merambat hingga mendekati area kandang gajah jantan yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar kawasan taman nasional, musibah karhutla ini telah berlangsung selama lebih dari 10 hari.
Untuk menanggulangi meluasnya titik api, helikopter terus dikerahkan setiap harinya guna membantu proses pemadaman dari udara.
Dampak kebakaran ini tergolong cukup parah dengan estimasi luas area yang terbakar mencapai sekitar 100 hektare.
Titik api diketahui telah merambah dalam radius yang cukup luas, mulai dari area Rawa Bunder hingga menembus kawasan Mentru Kembar.
Selain mengancam pusat konservasi, kobaran api juga dilaporkan telah menjalar ke area yang menjadi jalur perlintasan utama bagi gajah liar dan berbagai satwa lainnya, termasuk rusa.
Pergerakan api yang semakin mendekati pagar penghalang gajah ini memicu kekhawatiran serius terhadap nasib dan kondisi satwa di dalam area konservasi tersebut.
Mengingat kondisi habitat yang sangat kering akibat kemarau dan minimnya air, kawanan gajah liar kemungkinan besar telah menyingkir keluar dari jalur biasanya untuk mencari titik air baru.
Sebagai langkah penanggulangan, petugas kehutanan bersama warga dan relawan dari desa-desa penyangga TNWK, seperti Desa Muara Jaya, terus berjibaku melakukan pemadaman.
Upaya pemadaman intensif terus dilakukan, termasuk operasi yang berlangsung sejak Sabtu (24/10) malam hingga Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Kendati intensitas api diklaim mulai menyusut jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, kebakaran di kawasan TNWK tersebut belum sepenuhnya dapat dipadamkan. (*)






