Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!

- Editor

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Anggaran negara yang harus dikeluarkan untuk membiayai para wakil rakyat di tingkat pusat hingga daerah diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1,099 triliun setiap bulannya.

Angka ini secara khusus dialokasikan untuk menutupi beban gaji dan tunjangan puluhan ribu anggota dewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan data yang dihimpun dari perhitungan aktivis Hefi Irawan, total anggaran senilai lebih dari satu triliun rupiah tersebut digunakan untuk membiayai sekitar 20.462 anggota legislatif yang tersebar di seluruh Indonesia.

​Secara rinci, beban pembiayaan terbesar berada pada struktur dewan di tingkat daerah.

Anggota DPRD tingkat kabupaten/kota tercatat menyerap porsi anggaran paling besar, yakni mencapai sekitar Rp787,9 miliar per bulan.

​Sementara itu, untuk legislator tingkat pusat, alokasi gaji dan tunjangan bagi para anggota DPR RI menyedot anggaran sekitar Rp133,4 miliar setiap bulannya.

Adapun pembiayaan untuk para wakil rakyat di DPRD tingkat provinsi tercatat berada di kisaran Rp117,9 miliar per bulan.

​Perlu digarisbawahi, kalkulasi Rp1,099 triliun tersebut baru mencakup komponen gaji dan tunjangan pokok para legislator.

Angka ini belum memasukkan beban anggaran dari sejumlah komponen lain yang rutin dicairkan oleh negara, seperti dana reses anggota dewan hingga berbagai biaya operasional spesifik lainnya.

Ditopang Pajak, APBN 2026 Tembus Rp3.147,7 Triliun

Pendapatan negara sendiri, untuk tahun 2026, Pemerintah telah mematok target pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 sebesar Rp3.147,7 triliun.

Angka ini mencerminkan optimisme pemerintah dengan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,8 persen dibandingkan outlook tahun 2025.

Untuk penerimaan pajak yang juga menjadi tulang punggung utama dengan target penerimaan mencapai Rp2.357,7 triliun.

Angka ini ditargetkan naik cukup ambisius sebesar 13,5 persen sebagai wujud upaya serius pemerintah dalam memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah tantangan global.

​Sektor Kepabeanan dan Cukai sendiri ditargetkan menyumbang sebesar Rp334,3 triliun. Target di sektor ini juga mencatatkan proyeksi pertumbuhan yang positif sebesar 7,7 persen.

​Untuk sektor penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), berbeda dengan penerimaan perpajakan, target PNBP justru mengalami penurunan sebesar 4,7 persen menjadi Rp455 triliun.

Penurunan target PNBP ini salah satunya diakibatkan oleh proyeksi menurunnya setoran dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU
Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?
Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’
Budi Arie Minta Maaf Terkait Video Viral Bersama Jokowi, Tegaskan Isu Pergantian Kekuasaan Murni Analisis Pribadi
Dedi Mulyadi Disebut Pindah ke PSI, Gerindra Jabar Sebut Hanya Rumor
Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 01:18 WIB

Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:26 WIB

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?

Berita Terbaru