Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas keberadaan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.

​Instruksi keras ini disampaikan Kepala Negara saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Prabowo menyoroti penutupan 1.000 tambang timah ilegal di wilayah tersebut sejak akhir tahun lalu.

Ia secara terbuka mempertanyakan fungsi pengawasan aparatur di daerah, menilai mustahil aktivitas ilegal berskala masif tersebut dapat beroperasi tanpa sepengetahuan aparat penegak hukum setempat.

​”Akhir tahun lalu kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masak 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri tidak tahu?” tegas Prabowo di hadapan para wakil rakyat.

​Presiden menyinggung integritas serta tanggung jawab moral aparat negara. Ia mempertanyakan esensi pemberian pangkat dan jabatan jika aparat gagal menertibkan kejahatan yang merugikan kekayaan alam negara.

​Lebih lanjut, Prabowo menuntut para komandan dan pimpinan instansi untuk berani mengambil tindakan tegas terhadap bawahannya yang terbukti melakukan pembiaran atau terlibat, tanpa pandang bulu.

​”Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkan pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan,” urainya.

​Kepala Negara menegaskan, penertiban ini merupakan langkah krusial untuk menyelamatkan sumber daya alam agar manfaatnya kembali kepada masyarakat, bukan segelintir pihak.

Ia menekankan, kebijakannya murni berlandaskan sumpah jabatan dan kepentingan rakyat, bukan pertimbangan pribadi.

​Selain TNI dan Polri, Prabowo juga memperluas instruksi pengusutannya ke sektor perbatasan dan pendapatan negara.

Prabowo juga secara langsung meminta Kementerian Keuangan dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk segera membenahi celah penyelundupan hasil tambang.

​”Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?” cecar Prabowo.

​Langkah tegas ini menjadi peringatan keras dari pemerintah pusat bahwa praktik penambangan ilegal dan penyelundupan sumber daya alam akan ditindak secara institusional dan menyeluruh. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’
MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026
527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur
Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:55 WIB

MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:21 WIB

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Berita Terbaru