Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’

- Editor

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Independensi dan kebebasan pers kembali disuarakan dengan lantang di tengah dinamika pemerintahan saat ini.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida, memberikan pernyataan tegas untuk merespons berbagai label bernada merendahkan yang belakangan ini dialamatkan kepada para jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam keterangannya, Nany secara spesifik menyoroti tiga stigma yang sering disematkan kepada pekerja media, yakni ‘Londo Ireng’, tidak punya otak, dan kawanan sirkus.

Alih-alih menghindar, Nany justru mengartikan ulang ketiga label tersebut sebagai bukti nyata dari integritas dan keberanian profesi jurnalis.

​Caption : Istimewa

Label ‘Londo Ireng’ (Pengkhianat)

Nany menyatakan, tidak keberatan dengan sebutan ini jika ‘Londo Ireng’ diartikan sebagai pihak yang menolak tunduk pada keinginan penguasa.

Ia menegaskan, jurnalis memang tidak bekerja untuk penguasa, melainkan mendedikasikan pekerjaannya berdasarkan fakta, kode etik, kepentingan publik, serta pemenuhan hak masyarakat atas informasi.

“Apabila pertanyaan yang kritis dari jurnalis dianggap sebagai bentuk pengkhianatan, masalahnya justru terletak pada pihak yang ditanya, bukan pada jurnalisnya,” jelas Nani, Rabu (12/08/2026).

Label ‘Tidak Punya Otak’

Nany juga menanggapi label ini secara satir. Ia menyebutkan, jurnalis mungkin bisa dianggap ‘tidak punya otak’ karena tetap memilih bertahan di profesi yang dipenuhi oleh tekanan, ancaman, kekerasan, hingga ketidakpastian ekonomi.

Meskipun menyadari bahwa karya jurnalistik tidak selalu menjamin keamanan diri mereka, para jurnalis tetap bekerja karena didorong oleh nurani, integritas, dan yang paling utama adalah keberanian.

Label ‘Kawanan Sirkus’

Terkait sebutan ini, Nany membenarkan bahwa jurnalis memang bergerak sebagai sebuah ‘kawanan’ atau kelompok solidaritas.

Mereka akan langsung berkumpul dan bersatu ketika ada rekan seprofesi yang mengalami intimidasi, serangan, maupun kriminalisasi.

Solidaritas ini terbentuk dari kesadaran bahwa tidak ada satu pun jurnalis yang boleh dibiarkan menghadapi kekuasaan dan kekerasan sendirian.

“Kekuatan pers yang paling ditakuti bukanlah kekuatan individu, melainkan kemampuan para jurnalis untuk bersatu padu,” uajr Nani.

​Melalui pernyataannya, Nany Afrida kembali mengingatkan publik dan pemangku kebijakan bahwa fungsi utama pers adalah menjadi anjing penjaga (watchdog) yang berpihak pada kebenaran.

Ruang bagi kritik dan pertanyaan tajam dari jurnalis adalah pilar penting yang tidak boleh dibungkam demi kepentingan penguasa. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya!
Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun
Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Pergerakan, TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya
Sempat Kritis Tak Sadarkan Diri, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia Pagi Ini
Dari Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis, MAKI Endus Dugaan Penghuni ‘Klaster Mewah’ Lapas Cibinong
Geger Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Petugas Lapas Halangi Tim Ombudsman saat Sidak, Sempat Memanas!
Menko Yusril Perintahkan Usut Terbuka Temuan Fasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong
Ombudsman Temukan Miras dan Fasilitas Mewah Napi, Lapas Cibinong Bantah, Tegaskan ‘Fasilitas Apartemen’ adalah Rumdis
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 07:35 WIB

Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun

Minggu, 27 September 2026 - 09:16 WIB

Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Pergerakan, TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:12 WIB

Sempat Kritis Tak Sadarkan Diri, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia Pagi Ini

Jumat, 25 September 2026 - 08:55 WIB

Dari Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis, MAKI Endus Dugaan Penghuni ‘Klaster Mewah’ Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 15:20 WIB

Geger Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Petugas Lapas Halangi Tim Ombudsman saat Sidak, Sempat Memanas!

Berita Terbaru