Caption : Presiden RI ke- 8, Prabowo Subianto.
Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 55 menit.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara khusus meminta izin untuk mempercepat penyampaian pidato agar dapat segera menunaikan ibadah salat Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pidato kenegaraan yang memakan waktu hampir dua jam itu diwarnai sejumlah momen santai. Momen pertama terjadi ketika Prabowo tengah memaparkan kebijakan terkait perlindungan sosial.
Dalam penjelasannya, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mendorong digitalisasi proses pendaftaran bantuan sosial.
Sehingga penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP) dapat lebih tepat sasaran, mudah diakses, dan bermartabat.
Di tengah pemaparan serius tersebut, Prabowo tiba-tiba menghentikan pidatonya sejenak untuk meminum kopi yang telah disediakan oleh panitia.
Sambil berkelakar, ia meminta izin kepada peserta sidang untuk kembali menikmati kopi tersebut. Ucapannya langsung disambut tawa oleh para anggota legislatif dan tamu undangan yang hadir.
Tak berselang lama, Presiden kembali melontarkan candaan, kali ini terkait waktu pelaksanaan salat Jumat yang semakin dekat. Ia secara spesifik menyinggung anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
”Mau sembahyang Jumat ini. PKS sudah ngelirik-ngelirik,” ujar Prabowo di hadapan para peserta sidang.
Menyusul pernyataan tersebut, Presiden meminta tambahan waktu sekitar tujuh menit kepada pimpinan sidang untuk menyelesaikan seluruh sisa teks pidato kenegaraannya.
Secara keseluruhan, sidang berlangsung tertib dengan durasi pidato mencapai 1 jam 55 menit. (*)






