Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Aksi pendudukan lahan berujung kerusuhan hebat terjadi di areal perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), bagian dari Grup Bumi Waras (BW), yang berlokasi di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (12/8/2026) siang.
Ratusan massa dilaporkan mengamuk hingga membakar puluhan fasilitas bangunan dan belasan kendaraan operasional milik perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusuhan ini merupakan puncak dari aksi pendudukan lahan yang telah berlangsung selama 277 hari oleh warga dari tiga kampung setempat.
Kemarahan massa, yang diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang, memuncak setelah mengetahui pihak perusahaan kembali melakukan aktivitas pemanenan kelapa sawit di area sengketa tersebut.
Berdasarkan kronologi di lapangan, ketegangan sudah mulai terasa sejak pagi hari. Personel keamanan dilaporkan telah bersiaga penuh di sekitar kantor PT BSA pada pukul 07.00 WIB. Tiga puluh menit berselang, massa mulai merangsek masuk ke areal perkantoran perusahaan.
Pada pukul 08.00 WIB, sekitar 30 orang terpantau mulai berkumpul di depan asrama asisten kepala (askep). Eskalasi massa terus meningkat hingga pada pukul 10.00 WIB, warga menggelar orasi tepat di depan kantor PT BSA.
Dalam orasinya, massa menuntut perwakilan manajemen perusahaan untuk keluar menemui mereka dan mendesak agar pihak PT BSA segera meninggalkan areal perkantoran tersebut.
Situasi yang terus memanas akhirnya tidak terkendali. Sekitar pukul 10.40 WIB, aksi demonstrasi berubah menjadi tindakan anarkis. Massa mulai melakukan perusakan dan pembakaran secara sporadis terhadap aset-aset milik perusahaan.
Akibat insiden tersebut, kerusakan masif tidak dapat dihindarkan. Sebanyak 36 bangunan dilaporkan hangus terbakar. Bangunan tersebut meliputi 26 mes karyawan, dua gedung kantor, dua laboratorium, serta satu pos satpam.
Fasilitas penyimpanan juga tak luput dari amuk massa, di antaranya satu gudang BBM, satu gudang listrik/genset, satu gudang pupuk, satu gudang logistik, dan satu bengkel.
Selain meluluhlantakkan bangunan, massa juga membakar 12 unit kendaraan yang berada di lokasi. Kendaraan yang hangus terdiri dari dua unit mobil pribadi, dua unit sepeda motor, tiga unit truk, tiga unit traktor, dan dua unit mobil tangki.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa, dan pihak berwenang masih berupaya mengamankan lokasi kejadian serta menyelidiki lebih lanjut pemicu pasti kerusuhan tersebut. (*)






