Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tolok ukur kecerdasan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingginya pendidikan formal maupun reputasi almamater tempatnya menimba ilmu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden saat menghadiri acara peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini sekaligus menjadi momen perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Prabowo secara khusus menjadikan sosok Bahlil sebagai contoh nyata dari pandangannya tersebut.
Presiden menilai bahwa selain pendidikan di sekolah, ada faktor-faktor fundamental lain yang membentuk kualitas seseorang.
”Pendidikan dari keluarga, nilai-nilai agama, serta pengalaman hidup juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kemampuan seseorang,” ungkap Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Negara menyoroti pentingnya menghadapi rintangan dalam kehidupan.
Menurutnya, berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi seseorang di lapangan justru merupakan bagian integral dari proses membangun kecerdasan sekaligus ketangguhan mental.
Sebagai penutup, Prabowo memberikan pesan tegas yang ditujukan kepada generasi muda. Ia mengimbau agar anak-anak muda di Indonesia memiliki mental yang tangguh agar mampu bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi ketatnya persaingan.
Presiden juga mengingatkan agar generasi penerus tidak tumbuh menjadi individu yang manja, selalu bergantung, atau terus-menerus mengharapkan bantuan dari orang lain. (*)






