Caption : Istimewa (Dok. Forbes Indonesia)
Hariannarasi.com, Jakarta – Sosok selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, terungkap memiliki peran sentral yang jauh melampaui dunia hiburan.
Tidak hanya membangun kerajaan bisnis raksasa, Raffi juga memegang peran strategis sebagai perantara pesan (messenger) antarelite politik, jembatan lobi petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga nyaris diangkat menjadi menteri oleh Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pejabat negara dan mantan petinggi perusahaan pelat merah mengonfirmasi bahwa pengaruh politik Raffi sangat kuat.
Salah satu manuver politik terbesar Raffi adalah keterlibatannya dalam proses pergantian seorang kepala lembaga negara.
Raffi disebut mengundang kepala lembaga tersebut ke sebuah restoran di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, untuk menyodorkan surat pengunduran diri yang sudah disiapkan.
Raffi membawa pesan dari pejabat tinggi yang dekat dengan Presiden agar figur tersebut mundur karena tengah berhadapan dengan kasus hukum.
Terkait hal ini, Raffi dalam wawancaranya mengonfirmasi posisinya hanya sebagai pembawa pesan.
“Saya mengistilahkan diri sebagai jembatan. Mengantarkan surat bukan berarti saya punya kewenangan untuk menghentikan atau mengangkat pejabat,” ujar Raffi.
Koneksi BUMN dan Pemilihan Komisaris
Pengaruh Raffi juga menjalar ke tubuh BUMN, kedekatannya dengan sejumlah pejabat ekonomi, termasuk petinggi Danantara, Doni Oskaria, membuatnya kerap dikaitkan dengan penempatan kolega dan orang dekatnya di kursi komisaris anak usaha BUMN.
Sejumlah mantan pejabat BUMN mengaku pernah dihubungi Raffi yang menawarkan posisi komisaris di BUMN lapis kedua (Tier 2).
Meski demikian, Raffi dan pihak Danantara membantah adanya praktik ‘mafia jabatan’. Raffi menegaskan, koleganya yang masuk ke BUMN melalui proses talent scouting yang berdasar pada rekam jejak dan kompetensi, bukan lewat jalur belakang.
Nyaris Jadi Menpora pada Reshuffle 2025
Rekam jejak politik Raffi mencapai puncaknya ketika ia nyaris masuk ke dalam kabinet.
Pada reshuffle kabinet September 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menelepon Raffi untuk menawarkan posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotedjo.
Namun, Raffi menolak tawaran Presiden. Saat ditelepon, Raffi beralasan sedang berada di Singapura untuk menemani anggota keluarganya yang tengah menjalani pengobatan.
Selain alasan keluarga, sumber terdekat Raffi menyebut bahwa sang artis khawatir posisinya sebagai menteri akan memunculkan konflik kepentingan (conflict of interest) dengan gurita bisnis yang ia miliki. Posisi itu kemudian diisi oleh figur dari BUMN.
Jejaring Bisnis dengan Haji Isam dan Kaesang
Di sektor bisnis, manuver perusahaan Raffi lewat RANS Entertainment terus membesar setelah melantai di bursa saham (IPO).
Berdasarkan laporan investigasi jurnalis Tempo dalam program Bocor Alus Politik, hal ini tidak lepas dari jejaringnya dengan tokoh-tokoh kuat, termasuk keluarga Presiden ke-7 Joko Widodo dan konglomerat tambang, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Haji Isam diketahui turut menanamkan modal di RANS Entertainment saat IPO dengan tujuan merambah bisnis di sektor perbankan dan keuangan bersama Raffi.
Selain itu, hubungan personal Raffi yang terbangun sejak 2018 dengan keluarga Jokowi membawanya berbisnis dengan Kaesang Pangarep, yang disebut turut memegang saham di RANS.
Kini, dengan jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi bertugas membantu berbagai kementerian untuk mempromosikan program pemerintah kepada 75 juta pengikutnya di media sosial.
Ia bekerja secara pro-bono (tanpa bayaran APBN) dan secara rutin memberikan laporan kinerjanya setiap bulan kepada Sekretaris Kabinet (Seskab), Mayor Teddy Indra Wijaya. (*)






