Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang merendahkan hingga melontarkan umpatan kasar kepada para pakar yang mengkritik pemerintahannya kembali menjadi sorotan publik.
Merespons polemik ini, sebuah video ulasan buku karya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertajuk The Death of Expertise (Matinya Kepakaran) kembali viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam video program AniesBacaBuku yang diunggah setahun lalu tersebut, Anies membedah buku karya akademisi ilmu politik Tom Nichols.
Ia menyoroti fenomena maraknya kemunculan ‘pakar dadakan’ di ruang digital yang kerap kali meremehkan sains dan menafikan pandangan para ahli yang telah teruji secara akademik.
Penolakan terhadap kepakaran, menurut Anies, bukan lagi sekadar sikap skeptis yang wajar, melainkan telah bergeser pada penolakan total terhadap sains dan kebenaran yang berbasis fakta.
Lebih lanjut, Anies juga menyoroti maraknya Dunning-Kruger Effect, sebuah fenomena psikologis di mana individu dengan pemahaman rendah cenderung melebih-lebihkan kapasitas dirinya.
Ledakan arus informasi di media sosial, paparnya, memperparah kondisi ini dengan memberikan panggung bagi siapa saja untuk menyebarkan opini tanpa landasan keilmuan, sehingga menenggelamkan pandangan kritis para ahli.
”Seringkali kita melihat seseorang merasa paling tahu setelah belajar sedikit, layaknya pemain catur amatir yang merasa sepadan dengan seorang Grandmaster. Hal ini lucu jika di atas papan catur, namun sangat berbahaya bila terjadi dalam ranah kebijakan publik,” tegas Anies dalam video tersebut.
Kritik Anies juga menyasar dunia pendidikan tinggi modern yang dinilainya mulai bergeser ke arah komersialisasi.
Ia memperingatkan bahaya memperlakukan mahasiswa semata-mata sebagai konsumen, yang dapat menggeser prioritas dari kualitas akademik menjadi sekadar memuaskan “pelanggan”, sehingga melahirkan lulusan dengan tingkat percaya diri yang tidak sebanding dengan kompetensi aslinya.
Di akhir ulasannya, Anies mengingatkan bahwa matinya kepakaran merupakan ancaman serius bagi kelangsungan demokrasi.
Sebuah sistem demokrasi yang sehat, jelasnya, mutlak membutuhkan warga negara yang teredukasi dengan baik (informed citizens) serta perumusan kebijakan publik yang berlandaskan bukti empiris, bukan pada popularitas atau opini tak berdasar semata. (*)






