Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sebuah truk fuso bermuatan hebel (bata ringan) tersangkut dan melintang menutupi sebagian besar badan Jalan Raden Intan, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Senin (3/8/2026).
Insiden ini mengakibatkan kemacetan panjang yang mengular mulai dari Lampu Merah Tugu Juang hingga persimpangan depan Gramedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Truk bernomor polisi E 9798 GN yang mengangkut sekitar 60 meter kubik material proyek tersebut diketahui telah terjebak di lokasi sejak pukul 01.00 WIB dini hari.
Menurut keterangan Ardian, salah seorang pekerja proyek di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat truk hendak masuk ke area pembongkaran.
“Roda belakang truk tersangkut setelah gorong-gorong akses menuju lokasi proyek amblas. Akibatnya, truk tidak dapat bergerak dan posisinya melintang,” jelas Ardian.
Kondisi badan truk yang memblokir jalur menyebabkan arus lalu lintas dari berbagai arah tersendat dan laju kendaraan menjadi sangat lambat karena harus melintas secara bergantian.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung segera menerjunkan personel dan memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas mulai pukul 07.00 WIB.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Bandar Lampung, Ipda Tony Arnaldo, mengatakan pengalihan arus dilakukan guna mencegah kelumpuhan total di pusat kota.
”Kendaraan dari arah Jalan Raden Intan kami arahkan masuk ke Jalan Kebun Jeruk. Kemudian, kendaraan yang menuju kawasan Adipura dialihkan melalui Jalan Masjid Al Bakri, sedangkan yang menuju Pahoman kami arahkan ke Enggal,” papar Ipda Tony.
Insiden ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengkritik tata letak pembangunan supermarket di kawasan premium tersebut.
Seperti akun tiktok @Farissyh yang berkomentar, “Tata kota paling buruk sihh. kalo di tata lebih baik mungkin bisa ngalahin kota-kota besar lain,” katanya.
Senada dengan itu, akun @mystic juga mengungkapkan kekecewaannya. “iya kebanting banget sama hotel dan apartemen dijalanannya, kek tiba-tiba banget superindo nongol disitu. padahal lingkungannya udah ada Gelael, Chandra, dll. Yang lebih deket sama kawasan penduduknya,” tulisnya.
Beberapa netizen juga menyoroti waktu operasional truk bongkar muat. Akun @Mependos 98 menyarankan agar aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan, “Bongkar muat yg memgganggu jalur utama harusnya dilakukan pada jam tdk padat, misalnya malam hari. Ini kan memgganggu orang yg akan berangkat kerja atau anak sekolah…,”
Hal serupa disampaikan oleh @lunara1234 yang mengatakan, “Angkutan berat Langsir material di jam padat jalan protokol, harus ambil bongkaran malam hari atau dini hari, saat aktifitas berkurang, izin dengan aparat dan lingkungan proyek tersebut,” ungkapnya.
Hingga Senin siang, proses evakuasi truk fuso tersebut masih terus diupayakan. Petugas kepolisian juga tetap disiagakan di lokasi untuk mengatur jalannya rekayasa lalu lintas agar antrean kendaraan tidak semakin parah.






