Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Luar biasa, dugaan Korupsi yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, menembus angka Rp3.497.700.000 dengan menyasar empat mata anggaran bagi pemenuhan kebutuhan warga binaan.
Sasaran tersebut seperti pengadaan bahan makanan, pengadaan pakaian, peralatan makan dan perlengkapan mandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari penelusuran media ini, diketahui jika alokasi anggaran yang dikucurkan pihak Rutan Kelas IIB Sukadana untuk pengadaan bahan makanan adalah sebesar Rp3.248.500.000 untuk pemenuhan kebutuhan makan 445 orang tahanan yang ada disana.
Namun kenyataannya, dari pengakuan sumber yang diterima media ini, disebutkan jika dengan anggaran sebesar itu warga binaan di Rutan Sukadana justru menerima jatah makan dengan kondisi yang sangat tidak layak konsumsi.
Selain itu, sumber juga mengungkap jika dalam pengadaan pakaian warga binaan dialokasikan anggaran sebesar Rp133.500.000 untuk empat stel pakaian harian ditambah satu stel khusus pembinaan.
Namjn, dalam prakteknya warga binaan haya diberikan satu stel pakaian khusus pembinaan, sedang empat lainnya entah kemana rimbanya.
Lebih lanjut sumber menyebut, dalam pengadaan peralatan makan-minum, setiap warga binaan menerima alokasi anggaran sebesar Rp185.000 per orang, namun yang diberikan justru hanya satu piring plastik, gelas plastik dan sendok plastik.
”Begitu juga dengan perlengkapan mandi, dimana setiap warga binaan seharusnya menerima alokasi anggaran sebesar Rp75.000 tapi entah kemana lari uangnya,” ujar sumber.
Menurut sumber, praktek Korupsi yang ada di Rutan Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, sudah sangat merajalela dan selalu menjadikan warga binaan sebagai objek bancakan.
”Memang betul setiap warga binaan disini merupakan orang hukuman, tapi apakah demikian dibenarkan jika semua hak yang diberikan negara kepada napi justru disikat oknum yang berseragam pengayom,” tandas sumber.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketika di konfirmasi, Kepala Pengamanan menyarankan kepada awak media untuk datang dan melakukan konfirmasi secara langsung kepada Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana.
“Kapan ada waktu silahkan datang saja ke Rutan. Untuk saat ini, kemungkinan Karutan sedang berada diperjalanan dari luar kota,” tutupnya.
Hingga saat ini pihak Rutan Kelas IIB Sukadana sendiri belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas dugaan tersebut. (tim)






