Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik

- Editor

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dewan Pers merespons keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli kelompok kritis, termasuk jurnalis, ekonom, pengamat, dan LSM, sebagai “londo ireng” (Belanda Hitam).

Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan, Abdul Manan, menilai sebutan tersebut sebagai tuduhan yang berlebihan, tidak berdasar, dan menunjukkan sikap antikritik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pernyataan kontroversial tersebut dilontarkan Presiden Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menyinggung pihak-pihak yang kerap mengkritik, termasuk media yang dinilainya lebih sering menyoroti hal yang belum dikerjakan pemerintah dibandingkan capaian yang ada.

​Menanggapi hal itu, Abdul Manan menyatakan bahwa pelabelan “londo ireng” berpotensi memunculkan stigma negatif seolah-olah para pengkritik pemerintah tidak nasionalis dan bekerja untuk kepentingan asing.

​”Memberi label ‘londo ireng’ kepada pihak yang kerap mengkritik, termasuk jurnalis, adalah berlebihan. Tentu saja itu tuduhan yang tidak berdasar,” ujar Manan dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

​Manan mengingatkan bahwa kritik dari masyarakat maupun media adalah ekspresi wajar dari hak warga negara untuk mengawasi jalannya pemerintahan, sekaligus pilar penting dalam menjaga kebebasan pers dan iklim demokrasi.

​Ia juga menyoroti adanya kontradiksi antara klaim Presiden yang mengaku terbuka pada masukan dengan retorika yang disampaikannya di hadapan publik.

Menurutnya, pandangan tersebut justru memperlihatkan sikap pemerintah yang kurang terbuka.

​”Itu memberi kesan bahwa Presiden ini seperti alergi terhadap kritik. Meski dalam pidato menyebut presiden tidak anti-kritik, tapi yang ditunjukkan justru sebaliknya,” tegas Manan.

​Sebagai penutup, Dewan Pers mendorong agar Presiden dapat memandang dinamika sosial secara lebih positif dan bijak dalam merespons setiap kritik yang datang dari media, pengamat, maupun aktivis sipil. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos
Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan
Forum Pemred Kecam Sikap Arogan Hotman Paris terhadap Wartawan
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Viral! Pengasuh Ponpes di Jepara Sebut Program MBG Haram! 
Viral! Batal Masuk Akte, Nama Bayi “Muhammad MBG Subianto” Ditolak Disdukcapil
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:49 WIB

Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:49 WIB

Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:10 WIB

Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:14 WIB

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos

Senin, 20 Juli 2026 - 06:48 WIB

Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan

Berita Terbaru