Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Tanggamus – Sebanyak 10 ekor gajah liar turun dari kawasan hutan dan merusak areal perkebunan warga di Dusun Tumpak Bayur, Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, pada Rabu malam (17/6/2026).
Kawanan gajah tersebut menghancurkan berbagai tanaman produktif milik warga yang berada di wilayah penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Tanaman yang mengalami kerusakan meliputi ladang jagung, kopi, kakao, kelapa, hingga pohon pisang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga setempat, Aldi, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Rabu (17/6/2026). Menurutnya, kemunculan gajah liar di areal perkebunan warga bukan merupakan kejadian pertama dan intensitasnya semakin sering dalam beberapa tahun terakhir.
“Tanaman jagung yang hampir panen habis dirusak hanya dalam satu malam. Ini sangat berdampak karena hasil kebun merupakan penopang kebutuhan sehari-hari warga,” ujar Aldi, dilansir dari Kupas Tuntas.
Meskipun masyarakat menyadari status gajah sebagai satwa yang dilindungi undang-undang, mereka mengeluhkan kerugian ekonomi yang terus berulang akibat konflik satwa liar ini.
Saat ini, masyarakat Dusun Tumpak Bayur mendesak pemerintah daerah, Balai Besar TNBBS, serta tim penanganan konflik satwa untuk segera turun tangan melakukan penanganan di lapangan.
Warga berharap ada solusi konkret dan mitigasi cepat sebelum area kerusakan semakin meluas. (*)






