Caption : Ist
Hariannarasi.com, Pesawaran – Kasus dugaan pemerasan terhadap seorang karyawan apotek di wilayah Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran yang sempat viral di media sosial akhirnya berujung damai.
Perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah korban resmi mencabut laporannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban pemerasan, Mujahid Fahreza Ramadhani, mengonfirmasi penyelesaian kasus ini melalui sebuah video klarifikasi yang dirilis pada Kamis (4/6/2026).
Dalam keterangannya, Mujahid menyatakan telah berdamai dengan pria bernama Apen, yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
”Saya telah menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ujar Mujahid dalam video klarifikasinya.
Lebih lanjut, Mujahid menegaskan, keputusan untuk mencabut laporan kepolisian murni dilakukan atas kesadaran pribadinya. Ia juga memastikan bahwa proses pencabutan laporan tersebut tidak dipungut biaya administrasi apa pun oleh pihak kepolisian.
Pada kesempatan yang sama, Mujahid menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Pesawaran, khususnya Satreskrim, yang dinilai cepat tanggap dalam merespons dan menindaklanjuti laporan terkait video viral dugaan pemerasan tersebut.
Sebelumnya, kasus ini sempat menyita perhatian publik setelah beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan pemerasan di sebuah apotek kawasan Gedong Tataan.
Dengan tercapainya kesepakatan damai dari kedua belah pihak, perkara ini dinyatakan selesai. Langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kegaduhan publik ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat luas. (*)






