Caption : Jurnalis TV Tempo Asal Bandar Lampung, Andre Prasetyo Nugroho.
Hariannarasi.com, Jakarta – Jurnalis TV Tempo sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Andre Prasetyo Nugroho, dilaporkan hilang kontak. Ia diduga ditangkap militer Israel saat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditumpanginya menuju Jalur Gaza dicegat di perairan internasional.
Andre tergabung dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Berdasarkan laporan TV Tempo Channel, sedikitnya 25 kapal bantuan dicegat oleh militer Israel pada titik sekitar 250 mil laut dari Gaza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris AJI Bandar Lampung, Vina Oktavia, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga kehilangan kontak dengan Andre sejak Minggu (17/5/2026) sore.
”Berdasarkan informasi dari keluarga, komunikasi terakhir dengan Andre terjadi Minggu sore. Saat itu kondisinya baik dan masih berada di kapal menuju Gaza,” ujar Vina dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Upaya Diplomatik dan Pesan Terakhir
Merespons hilangnya alumnus Universitas Lampung (Unila) tersebut, AJI Bandar Lampung terus berkoordinasi dengan AJI Indonesia, Dewan Pers, dan pihak TV Tempo.
AJI mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik guna memastikan keselamatan jurnalis dan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan tersebut.
Di tengah ketidakpastian informasi, sebuah video pernyataan Andre yang direkam sebelum keberangkatan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Andre menyebut bahwa rekaman itu sengaja disiapkan jika misi dicegat.
“Apabila kawan-kawan sudah menonton video ini, tandanya saya telah ditangkap oleh rezim Zionis Israel,” tegas Andre dalam video tersebut.
Mantan jurnalis Lampung Post itu juga menitipkan pesan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar terus mendukung perjuangan kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina.
Daftar WNI dalam Rombongan GPCI
Andre diketahui berada di Kapal Ozgurluk bersama dua jurnalis Indonesia lainnya. Secara keseluruhan, terdapat sembilan WNI yang ikut berlayar dalam misi kemanusiaan ini. Berikut adalah rinciannya:
Nama Lengkap, Afiliasi/Media dan Nama Kapal:
1. Herman Budianto Sudarsono, GPCI – Dompet Dhuafa Zapyro.
2. Ronggo Wirasanu, GPCI – Dompet Dhuafa Zapyro.
3. Andi Angga Prasadewa, GPCI – Rumah Zakat Josef.
4. Asad Aras Muhammad, GPCI – Spirit of Aqso Kasr-1.
5. Hendro Prasetyo, GPCI – SMART 171 Kasr-1
6. Bambang Noroyono, Republika – BoraLize.
7. Thoudy Badai Rifan Billah, Republika – Ozgurluk.
8. Andre Prasetyo Nugroho, Tempo – Ozgurluk.
9 Rahendro Herubowo, GPCI – iNewsTV, Berita1, CNN – Ozgurluk. (*)






