Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Lima bakal calon Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) periode 2026–2030 memaparkan visi, misi, dan program kerjanya di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2, Senin (20/4/2026).
Agenda ini dihadiri oleh anggota Senat, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta civitas akademika ITERA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Senat ITERA, Dr. Sunarsih, menyebutkan kelima kandidat tersebut adalah Prof. Dr. Aswan, Prof. Dr. Elfahmi, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, Prof. Dr. Ir. Fahmi, dan Prof. Ismunandar. Pemaparan ini merupakan tahapan krusial sebelum Senat memilih tiga kandidat terbaik.
”Penentuan tiga besar akan dilakukan pada 21 April melalui rapat senat tertutup, sebelum akhirnya ditetapkan satu rektor terpilih pada bulan Mei dan dilantik pada Juni 2026,” jelas Sunarsih.
Sistem pemilihan nantinya akan menggunakan persentase bobot suara, yakni 65 persen dari 17 anggota Senat ITERA dan 35 persen dari Kementerian terkait.
Pemaparan visi misi ini mendapat respons positif dari kalangan dosen. Dosen Biologi Fakultas Sains ITERA, Dr. Winati Nurhayu, menilai para kandidat memiliki fokus yang baik pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari kualitas pengajaran hingga kemajuan riset.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa turut memberikan sejumlah catatan kritis yang menuntut penyelesaian nyata.
Mahasiswa Rekayasa Kosmetik ITERA, Angelica Margareth, menyampaikan bahwa mahasiswa masih mengeluhkan birokrasi penggunaan fasilitas kampus yang rumit, keterbatasan alat dan waktu di laboratorium, serta masalah keamanan lingkungan kampus.
Secara khusus, mahasiswa juga menyoroti belum transparannya penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Angelica menilai, meski kandidat sudah membahas isu fasilitas, belum semua calon memberikan solusi konkret mengenai penyederhanaan birokrasi dan jaminan keamanan.
“Kita berharap rektor terpilih nantinya mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan tersebut, dan membawa ITERA menjadi kampus yang lebih maju, aman, serta responsif terhadap kebutuhan civitas akademika,” tegasnya. (*)






