Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027

- Editor

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Malang – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui entitas bisnis barunya, PT Suryavena Farma Indonesia, tengah menyiapkan pembangunan pabrik cairan infus di Karangploso, Malang, Jawa Timur. 

Fasilitas produksi ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2027 atau awal 2028 untuk mewujudkan kemandirian di sektor kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Langkah strategis ini diambil guna memenuhi tingginya kebutuhan medis internal. Saat ini, Muhammadiyah tercatat memiliki dan mengelola sekitar 130 rumah sakit serta lebih dari 300 klinik di seluruh Indonesia yang pasokan alat kesehatan dan obat-obatannya masih bergantung pada pihak luar.

Adapun rincian operasional pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia mencakup lokasi yang dibangun di atas lahan seluas 14 hektare yang telah dinyatakan memenuhi standar kelayakan industri, termasuk uji kualitas air.

Dengan kapasitas produksi, pabrik ditargetkan mampu memproduksi hingga 15 juta botol cairan infus per tahun.

Alokasi distribusi sebanyak 13 juta botol akan difokuskan untuk menyuplai kebutuhan fasilitas kesehatan internal Muhammadiyah, sementara sisanya akan dilepas ke pasar umum.

Sebelumnya, selama dua tahun terakhir, Muhammadiyah telah memproduksi cairan infus merek Suryavena melalui skema maklon (kerja sama dengan pabrik pihak ketiga). Namun, skema ini dinilai memiliki keterbatasan dalam menjamin ketersediaan pasokan.

Dengan beroperasinya pabrik di Malang ini, Muhammadiyah menargetkan terciptanya rantai pasokan medis yang jauh lebih stabil bagi seluruh jaringan rumah sakitnya, sekaligus memperkuat cengkeraman bisnis persyarikatan di industri farmasi nasional. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!
Wali Kota Eva dan Wagub Jihan Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas Way Halim 2, Tekankan Pelacakan Kontak Erat Pasien TB
RSUD Bandar Negara Husada Bakal Jadi RS Rujukan Nomor Satu di Lampung? Begini Kata Wagub Jihan!
Josi Harnos Resmi Dilantik Jadi Ketua IDI Lampung 2025-2028, Wagub Tekankan Sinergi
Gila-gilaan! Harga Obat di RI Disulap 500% Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Cium Bau Korupsi
Per Maret 2026, Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Tingginya Angka Pengidap HIV/AIDS di Bandar Lampung, Ini Langkah Dinkes Putus Penyebaran!
Kenali Individu dengan IQ Dibawah Rata-rata, Ini Dia Ciri-cirinya!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:51 WIB

Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!

Selasa, 14 April 2026 - 04:49 WIB

Wali Kota Eva dan Wagub Jihan Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas Way Halim 2, Tekankan Pelacakan Kontak Erat Pasien TB

Senin, 13 April 2026 - 06:19 WIB

RSUD Bandar Negara Husada Bakal Jadi RS Rujukan Nomor Satu di Lampung? Begini Kata Wagub Jihan!

Senin, 6 April 2026 - 04:16 WIB

Josi Harnos Resmi Dilantik Jadi Ketua IDI Lampung 2025-2028, Wagub Tekankan Sinergi

Senin, 16 Maret 2026 - 08:53 WIB

Gila-gilaan! Harga Obat di RI Disulap 500% Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Cium Bau Korupsi

Berita Terbaru