Caption : Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau warga di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Derasnya arus banjir yang merobohkan tanggul sungai mengakibatkan satu orang warga di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, meninggal dunia. Korban tewas akibat terjebak derasnya air dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dengan sangat cepat. Saat kejadian, korban diketahui tengah membersihkan area lantai satu rumahnya yang memang berlokasi tepat di tepi sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tiba-tiba tanggul di depan rumah jebol, air masuk dengan cepat dan korban terjebak di lantai satu, belum sempat menyelamatkan diri ke lantai dua,” ujar Budi.
Proses evakuasi dilakukan pada pukul 22.21 WIB di Jalan Pendawa II, Lingkungan II, Kelurahan Garuntang.
Budi menambahkan, setelah berhasil dikeluarkan dari rumah, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nahas nyawanya tidak tertolong.
Banjir Meluas dan Langkah Tanggap Darurat
Selain memakan korban jiwa di wilayah Bumi Waras, musibah banjir juga dilaporkan merendam sejumlah kawasan lain di Kota Bandar Lampung, meliputi Kecamatan Way Halim, Tanjung Senang, Kedaton, hingga Kaliawi.
Merespons situasi ini, jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil sejumlah langkah penanganan darurat, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung meninjau kondisi warga di lokasi terdampak dan mengunjungi rumah duka korban untuk menyampaikan belasungkawa.
Pengerahan Satuan Tugas (Satgas) diterjunkan ke berbagai titik, salah satunya di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, untuk membantu evakuasi warga dan memulihkan aliran listrik yang sempat terputus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung beroperasi di lapangan untuk melakukan pengerukan sedimentasi pada gorong-gorong serta mengerahkan alat penyedot air guna mempercepat surutnya banjir.
Hingga saat ini, pemerintah setempat masih terus melakukan proses pendataan menyeluruh terhadap warga dan infrastruktur yang terdampak sambil berupaya memulihkan kondisi pascabanjir. (*)






