Fantastis! Aparat Gagalkan Penyelundupan 14 Ribu Burung ke Jawa dalam Setahun, Segini Kerugiannya!

- Editor

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Aparat berhasil menggagalkan penyelundupan sedikitnya 14.000 ekor burung liar dari Sumatra menuju Pulau Jawa sepanjang tahun 2025.

Mayoritas burung selundupan tersebut diamankan saat melintasi jalur darat dan Pelabuhan Bakauheni di wilayah Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pengungkapan kasus tersebut dipaparkan dalam sebuah diskusi bersama media yang digelar di Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026).

Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano, mengungkapkan, Jalan Tol Terbanggi-Bakauheni dan Pelabuhan Bakauheni masih menjadi jalur utama distribusi ilegal satwa tersebut.

Tingginya angka perburuan di Sumatra, menurutnya, berbanding lurus dengan tingginya permintaan pasar di Pulau Jawa.

“Lebih dari 11 ribu toko dan 125 pasar burung di Jawa terus menyerap pasokan, terutama dari Sumatra,” ujar Marison dalam diskusi tersebut.

Marison menekankan bahwa penegakan hukum semata tidak cukup untuk memutus rantai perdagangan ilegal ini. Upaya tersebut harus dibarengi dengan edukasi masyarakat tentang pentingnya peran burung dalam ekosistem.

Selain itu, ia menyoroti tantangan kultural berupa tradisi kukilo di Jawa yang menempatkan burung sebagai simbol hobi dan kesenangan.

Sebagai langkah penyelamatan, burung-burung hasil sitaan aparat yang masih hidup langsung dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya, salah satunya ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman yang memiliki luas lebih dari 22.000 hektare.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, menyoroti akar masalah dari sisi kelestarian habitat.

Ia menyatakan bahwa kawasan hutan di Lampung menghadapi tekanan serius akibat desakan ekonomi dan konflik pemanfaatan lahan oleh masyarakat.

“Hutan bukan hanya penopang ekosistem, tapi juga sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak,” tegas Yanyan.

Ia menambahkan, di tengah keterbatasan anggaran perlindungan, laju degradasi hutan terus menjadi ancaman. Padahal, hutan memiliki fungsi vital sebagai penjaga tata air, kualitas udara, serta habitat utama bagi keanekaragaman hayati, termasuk burung liar.

Sinergi lintas pihak diharapkan mampu menekan kerusakan ekosistem yang lebih parah di masa mendatang. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingginya Kasus Perceraian di Provinsi Lampung, 15 Ribu Istri Pilih Jadi Janda di 2025! Kabupaten Mana Tertinggi?
Alhamdulillah! Wali Kota Bandar Lampung Guyur 5.800 KK Korban Banjir Bantuan Rp500 Ribu Plus Beras 10 Kg
Realisasikan Program Swasembada Pangan, Kapolres Tanggamus Tanam Perdana Bawang Putih di Ulu Belu
Waspada Godzilla El Nino: Polda Lampung Keluarkan Peringatan Keras Bahaya Karhutla
Siaga Bencana Bandar Lampung! Satu Tewas Akibat Tanggul Jebol, Ini Reaksi Cepat Wali Kota Eva
Terjebak Air 1,2 Meter Tengah Malam, Tim SAR Evakuasi Darurat 109 Warga Bandar Lampung
Banjir Kepung Bandar Lampung: Satu Warga Tewas, 21 Titik Terendam!
Sudah Titip Jaminan Rp18 Juta dan Pakai BPJS, Pasien di RS Yukum Jaya Ini Tetap Dilarang Pulang?!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:46 WIB

Tingginya Kasus Perceraian di Provinsi Lampung, 15 Ribu Istri Pilih Jadi Janda di 2025! Kabupaten Mana Tertinggi?

Rabu, 15 April 2026 - 11:31 WIB

Alhamdulillah! Wali Kota Bandar Lampung Guyur 5.800 KK Korban Banjir Bantuan Rp500 Ribu Plus Beras 10 Kg

Rabu, 15 April 2026 - 10:21 WIB

Realisasikan Program Swasembada Pangan, Kapolres Tanggamus Tanam Perdana Bawang Putih di Ulu Belu

Rabu, 15 April 2026 - 08:36 WIB

Waspada Godzilla El Nino: Polda Lampung Keluarkan Peringatan Keras Bahaya Karhutla

Rabu, 15 April 2026 - 07:40 WIB

Siaga Bencana Bandar Lampung! Satu Tewas Akibat Tanggul Jebol, Ini Reaksi Cepat Wali Kota Eva

Berita Terbaru