Caption : Ist (Dok. Warganet)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4) sejak pukul 17.00 WIB hingga malam hari mengakibatkan banjir di 21 titik dan menelan satu korban jiwa.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, genangan air merendam sejumlah ruas jalan dan permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari selutut hingga mencapai dada orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban meninggal dunia dalam bencana ini teridentifikasi bernama Dewi, seorang warga dari Kelurahan Garuntang.
Banjir tercatat melanda wilayah yang tersebar di beberapa kecamatan di Bandar Lampung. Ke-21 titik terdampak tersebut meliputi :
1. Kecamatan/Kawasan Tanjung Karang, Kaliawi Tanjung Karang Pusat, Kaliawi Panca Jaya (Jalan Raden Fatah), Gang Timbangan Tanjung Karang Barat, dan Kedamaian Tanjung Karang Timur.
2. Kawasan Way Halim, Flyover Kimaja, Jalan Teratai Way Halim Permai, Kota Sepang, dan Jalan Sultan Agung.
3. Kawasan Rajabasa & Kedaton, Rajabasa Nunyai, Rajabasa Induk, dan kawasan Kedaton secara umum.
4. Titik Lainnya, Kemiling/Pramuka, Pelita Enggal, Jaga Baya I, sekitar RS Abdul Muluk, Gang Garuda I Pasar Gintung, Kampung Sawah Brebes, Segala Mider, Jalan Pangeran Antasari Sukabumi, Kelapa Tiga, serta Kampung Balok Kelurahan Garuntang.
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengonfirmasi bahwa sebagian besar titik genangan air di wilayah terdampak saat ini sudah berangsur surut. Meski demikian, pihak BPBD masih terus melakukan proses pendataan menyeluruh terkait dampak dan kerugian akibat musibah ini.
Menyikapi situasi cuaca yang belum stabil, BPBD Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dengan intensitas tinggi.
Kewaspadaan ekstra ditekankan terutama bagi warga yang bermukim di wilayah rawan genangan air dan daerah di sekitar aliran sungai. (*)






