Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM).
Imbauan ini dikeluarkan menyusul krisis energi global akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DEN, M. Kholid Syeirazi, memastikan bahwa stok BBM nasional saat ini masih dalam kondisi terkendali dan berada di atas 20 hari.
Ia menegaskan posisi energi Indonesia jauh lebih stabil dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
“Harus tenang. Buat apa panik? Kondisi kita jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain,” tegas Kholid di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Menurut data yang dipaparkan Kholid, sejumlah negara tetangga di ASEAN telah mengalami lonjakan harga BBM yang drastis. Di Vietnam, harga BBM naik dari Rp12.700 per liter menjadi Rp19.100 per liter.
Di Thailand, harga meroket dari Rp16.500 menjadi Rp24.000 per liter. Sementara itu, lonjakan tertinggi tercatat di Laos, di mana harga BBM menembus Rp30.200 per liter dari sebelumnya Rp22.700 per liter.
Pemerintah menyatakan bahwa meskipun tekanan fiskal semakin berat akibat naiknya harga minyak dunia, Indonesia sejauh ini masih mampu meredam lonjakan harga yang ekstrem seperti yang dialami negara-negara tetangga tersebut. (*)






