Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Bandara Internasional Ben Gurion, Israel, tetap beroperasi dengan kapasitas sangat terbatas pada Selasa (10/3/2026), meskipun menjadi salah satu target utama gelombang serangan rudal balistik dari Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal balistik, termasuk jenis Khorramshahr-4 dan Fattah, yang menargetkan Bandara Ben Gurion serta Pangkalan Udara Skuadron 27 di area sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun sistem pertahanan udara Israel berhasil melakukan intersepsi dan menyisakan serpihan rudal di sekitar bandara, otoritas setempat memastikan tidak ada kerusakan fatal pada landasan pacu utama maupun laporan korban jiwa hingga hari ini.
Demi alasan keamanan dan untuk menghindari penumpukan massa, otoritas penerbangan Israel menerapkan protokol operasional yang sangat ketat. Saat ini, penerbangan diprioritaskan khusus untuk repatriasi atau pemulangan warga negara.
Selain itu, operasional penerbangan hanya diizinkan bagi maskapai lokal, yakni El Al, Israir, Arkia, dan Air Haifa. Setiap pesawat juga dibatasi maksimal hanya mengangkut 70 penumpang.
Untuk mengurangi durasi antrean, calon penumpang diwajibkan melakukan check-in online dan dilarang tiba di bandara lebih awal dari 1,5 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Merespons dinamika keamanan tersebut, sejumlah kedutaan besar, termasuk Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan darurat.
Warga negara asing diimbau untuk tetap bertahan di tempat perlindungan (shelter) dan tidak mendatangi bandara kecuali telah memiliki konfirmasi kursi penerbangan yang pasti.
Mengingat situasi yang dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat diminta untuk terus memantau instruksi resmi dari Home Front Command Israel. (*)






