Caption : Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus bertransformasi menjadi pusat hilirisasi pertanian dan penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam acara Lampung Post Executive Forum Jilid III.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Gubernur Mirza, desa merupakan fondasi utama dari perekonomian daerah. Oleh karena itu, ia menargetkan agar hasil pertanian di Lampung tidak lagi sekadar dijual dalam bentuk bahan baku mentah.
Dirinya menambahkan, bahan baku tersebut haruslah diolah langsung di desa sehingga nilai tambah ekonominya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.
”Koperasi tidak boleh hanya sekadar menjadi tempat menjual sembako. Koperasi harus menjadi pusat hilirisasi dan mampu memperpendek rantai distribusi, sehingga petani memperoleh harga yang lebih baik dan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau,” jelas Gubernur Lampung tersebut, Rabu (23/7).
Untuk merealisasikan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini mengintegrasikannya dengan Program DesaKu Maju.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya menghadirkan fasilitas pengolahan di desa, memperkuat kapasitas UMKM, serta membuka lapangan kerja baru guna memastikan roda ekonomi terus berputar di akar rumput.
Dalam forum yang mengusung tema “Koperasi Merah Putih sebagai Motor Ekonomi Desa dan Pilar Distribusi Pangan Nasional” tersebut, Gubernur Mirza juga menyerahkan sejumlah penghargaan.
Apresiasi itu diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota serta pengurus koperasi yang dinilai berprestasi dalam mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Provinsi Lampung. (*)
Berikut link video berita diatas:






