Belum Selesai Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerasan, Pernyataan Kapolres Way Kanan Malah Viral Duluan!

- Editor

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Kapolres Way Kanan, AKBP Didik Kurnianto, S.I.K

Hariannarasi.com, Way Kanan – Pernyataan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Way Kanan, AKBP Didik Kurnianto, S.I.K mengenai peringatan keras terhadap pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendadak viral di media sosial. 

Beredarnya video tersebut memicu sorotan kritis publik, pasalnya pernyataan itu muncul saat proses penyelidikan terhadap oknum polisi yang diduga memeras warga senilai Rp50 juta dalam kasus “jebakan BBM” belum selesai dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan rekaman video berdurasi 57 detik yang viral pada pertengahan Mei ini, Kapolres Way Kanan secara tegas memperingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

Ia menegaskan, tidak akan memberikan ruang bagi mafia BBM dan siap memberikan sanksi pidana kepada para pelanggar. Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk pelaksanaan instruksi langsung dari Presiden untuk menertibkan distribusi BBM agar tepat sasaran.

Namun, di tengah ketegasan tersebut, publik menyoroti adanya kasus internal yang belum tuntas di lingkungan Polres Way Kanan. Saat ini, institusi tersebut tengah dihadapkan pada aduan masyarakat terkait dugaan kriminalisasi dan pemerasan.

Seorang warga mengaku menjadi korban rekayasa hukum (“jebakan”) terkait BBM dan dimintai uang damai sebesar Rp50 juta oleh oknum petugas yang bertugas di lapangan.

​Menanggapi skandal pemerasan tersebut, Kapolres Way Kanan sebelumnya telah memberikan konfirmasi dan berjanji akan mengusut tuntas. “Jika terbukti ada anggota yang meminta uang Rp50 juta, saya pastikan akan diproses dan diberikan sanksi tegas,” ungkapnya.

​Di sisi lain, pihak keluarga korban pemerasan menyatakan terus mencari keadilan dan membawa kasus ini ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan internal terhadap oknum polisi yang diduga terlibat belum membuahkan hasil akhir.

Publik mendesak agar kepolisian menunjukkan transparansi serta menyelesaikan pembersihan di internal institusinya terlebih dahulu sebelum gencar menindak masyarakat di tingkat bawah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alasan Terlalu Cinta Hingga Cemburu Buta, Nyawa Istri Hampir Melayang Akibat KDRT di Pringsewu
Viral Istri Pengecer Pertalite di Way Kanan Minta Keadilan Presiden, Mengaku Suami Ditahan dan Diperas Rp50 Juta!
Siap-Siap! 5.000 Wartawan se-Indonesia Bakal Serbu Lampung di 2027, Ada Apa?
Kabar Gembira buat Emak-Emak! Stabilkan Harga, Ratusan Liter Minyakita Murah Diguyur Bupati Tanggamus
Bikin Malu! Kantor Pemkab Mesuji Diduga Jadi Tempat Maksiat, 2 ASN Tertangkap Basah Warga!
Lagi-lagi Selingkuh! Oknum Polisi Ditlantas Polda Lampung dan ASN Samsat Diperiksa Propam
Terjun ke dalam Sumur, Duda di Lamsel Diduga Depresi Berat Kebelet Nikah
Seminggu Dicari Tak Kunjung Ketemu, Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Kalianda, Resmi Dinyatakan Hilang!
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:00 WIB

Belum Selesai Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerasan, Pernyataan Kapolres Way Kanan Malah Viral Duluan!

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:15 WIB

Alasan Terlalu Cinta Hingga Cemburu Buta, Nyawa Istri Hampir Melayang Akibat KDRT di Pringsewu

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:01 WIB

Viral Istri Pengecer Pertalite di Way Kanan Minta Keadilan Presiden, Mengaku Suami Ditahan dan Diperas Rp50 Juta!

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:10 WIB

Siap-Siap! 5.000 Wartawan se-Indonesia Bakal Serbu Lampung di 2027, Ada Apa?

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:30 WIB

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Stabilkan Harga, Ratusan Liter Minyakita Murah Diguyur Bupati Tanggamus

Berita Terbaru