Seminggu Dicari Tak Kunjung Ketemu, Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Kalianda, Resmi Dinyatakan Hilang!

- Editor

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Ajum (53), nelayan yang hilang setelah kapalnya tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. 

Penghentian ini diputuskan setelah upaya pencarian selama tujuh hari berturut-turut tidak membuahkan hasil. Korban yang merupakan warga Perumahan Bama Hilir RT 03/RW 02, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten tersebut kini resmi dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, yang mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, menjelaskan bahwa penutupan operasi SAR dilakukan berdasarkan hasil musyawarah.

Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh sang anak (Nita), bersama unsur SAR terkait telah sepakat untuk menghentikan pencarian.

​”Selama tujuh hari operasi SAR, seluruh unsur gabungan telah berupaya maksimal melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban. Namun hingga hari ketujuh, hasil pencarian masih nihil,” jelas Rezie.

Lebih lanjut, Rezie memaparkan bahwa sejak hari pertama, pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.

Tim gabungan menyisir jalur laut menggunakan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB). Pencarian juga didukung peralatan pelacak canggih seperti Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), dan peralatan selam.

​Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, Pos AL Kalianda, BPBD Lampung Selatan, Damkar Lampung Selatan, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalianda, serta masyarakat nelayan setempat.

Meski operasi secara resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuannya masing-masing, pihak Basarnas Lampung memastikan komunikasi tetap berjalan.

Tim SAR telah berkoordinasi dengan nelayan dan pemerintah desa setempat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. “Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau informasi baru,” tutup Rezie. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

​Polisi Bongkar Gudang Narkoba Berkedok Barbershop di Tubaba, Sita 59 Gram Sabu dan Ekstasi
Selamat! 31 dari 36 Peserta Lulus UKW ke-38 PWI Lampung
Ngeri! Bekal Senpi Rakitan ke Cikarang, Aksi Sindikat Curanmor Asal Jabung Diringkus Polisi
Sampah di TPA Bakung Capai 800 Ton per Hari! DLH Bandar Lampung Perketat Antisipasi Kebakaran
Kuras Uang Korban Hingga Puluhan Juta, Polisi Ciduk Penipu Modus Pekerja Tebu Fiktif
Krisis Pelayanan di RSUD Batin Mangunang, Pasien Dibiarkan Menunggu Tindakan Medis Hingga Berhari-hari!
Heboh di Medsos! Kelakuan Diduga Kepala SPPG di Tanggamus, Selingkuh Hingga Pasangan Berbadan Dua
Buntut Dugaan Korupsi Batu Bara, Massa ALMAS Demo Kejati Lampung Tuntut Jampidsus Diperiksa!
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:38 WIB

​Polisi Bongkar Gudang Narkoba Berkedok Barbershop di Tubaba, Sita 59 Gram Sabu dan Ekstasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:01 WIB

Selamat! 31 dari 36 Peserta Lulus UKW ke-38 PWI Lampung

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:58 WIB

Ngeri! Bekal Senpi Rakitan ke Cikarang, Aksi Sindikat Curanmor Asal Jabung Diringkus Polisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:34 WIB

Sampah di TPA Bakung Capai 800 Ton per Hari! DLH Bandar Lampung Perketat Antisipasi Kebakaran

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:15 WIB

Kuras Uang Korban Hingga Puluhan Juta, Polisi Ciduk Penipu Modus Pekerja Tebu Fiktif

Berita Terbaru