Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Pesisir Barat – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Ngaras menggelar ‘Ekspedisi Merah Putih’ ke wilayah terdepan, terluar, dan terisolir (3T).
Daerah 3T tersebut antara lain, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Kamis (13/8/2026). Untuk mencapai lokasi, polisi harus menempuh perjalanan darat dan laut selama sembilan jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan dimulai pada pukul 08.00 WIB dari Pekon Sumber Rejo menuju empat pekon sasaran, yakni Pekon Bandar Dalam, Pekon Way Tiyas, Pekon Siring Gading, dan berakhir di Pekon Way Haru pada pukul 17.00 WIB.
Kapolsek Ngaras, IPTU Doni Dermawan, mengatakan ekspedisi ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air sekaligus mendekatkan kepolisian dengan masyarakat di wilayah pelosok. Namun, ia mengakui bahwa akses menuju wilayah tersebut sangat menantang.
”Medannya cukup berat. Kami harus menyeberangi muara menggunakan rakit dan perjalanan di tepi pantai harus menunggu ombak surut,” ujar IPTU Doni.
Ia juga menceritakan, salah satu sepeda motor rombongan sempat terjebak pasir saat menyeberangi muara laut.
Setibanya di lokasi, kedatangan polisi disambut antusias oleh masyarakat setempat. Selain membagikan puluhan bendera Merah Putih, polisi juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog dan mendengarkan keluhan warga.
Dalam dialog tersebut, pihak kepolisian turut memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Iptu Doni secara khusus mengingatkan warga terkait larangan perburuan liar, pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan hutan lindung, serta larangan membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah risiko kebakaran hutan di musim kemarau.
”Kami tidak hanya ingin membagikan bendera. Kami juga ingin mendengar langsung keluh kesah masyarakat dan mengingatkan bersama-sama agar lingkungan tetap dijaga,” tegas Doni.
Salah seorang warga, Niti, mengaku sangat mengapresiasi kehadiran aparat kepolisian di desanya.
”Kami senang polisi datang sampai ke sini. Jarang ada kegiatan seperti ini. Kami bisa bertemu langsung dan menyampaikan apa yang menjadi kesulitan warga,” kata Niti.
Ia menambahkan, bendera tersebut akan segera dipasang di depan rumah untuk menyambut Hari Kemerdekaan.
Kegiatan ini juga menyisakan momen berkesan saat pembagian bendera di Pekon Way Tiyas. IPTU Doni menyebutkan, seorang nenek yang tinggal sebatang kara sempat bertanya apakah bendera yang diberikan oleh polisi akan diambil kembali nantinya.
”Kami jawab, tidak. Ini untuk nenek,” tutur Doni.
Lebih lanjut, Kapolsek Ngaras menegaskan bahwa sulitnya akses menuju wilayah 3T membuat kehadiran polisi secara berkala menjadi sangat penting agar komunikasi dan keamanan masyarakat tetap terjamin. (*)






