Imbas Perang Iran, Setjen DPR Pangkas Jatah BBM dan Listrik Gedung Wajib Mati Jam 8 Malam!

- Editor

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta.

Hariannarasi.com, Jakarta – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai menerapkan kebijakan penghematan energi yang mencakup efisiensi penggunaan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Langkah ini diambil guna mendukung wacana penghematan anggaran yang tengah digalakkan oleh berbagai instansi pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar, menjelaskan, pihaknya telah membahas teknis penghematan energi di area gedung parlemen sejak pekan lalu.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah skema pemadaman listrik total pada malam hari jika tidak ada agenda persidangan.

​”Maksimum jam delapan (malam) akan dimatikan, karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system, jadi semua masih dilakukan manual,” ujar Indra kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

​Indra menambahkan, petugas juga akan secara aktif memastikan seluruh ruang rapat yang sedang tidak digunakan dalam kondisi mati, baik lampu, aliran listrik, maupun pendingin ruangan (AC).

​Selain efisiensi listrik, Setjen DPR juga tengah mengkaji pembatasan penggunaan BBM pada kendaraan operasional. Kajian ini bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar pada setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh DPR.

Meski besaran angka penghematan belum dipastikan, Indra menegaskan bahwa persiapan kebijakan pangkas jatah BBM tersebut sudah dimatangkan.

“Kita belum menghitung secara kuantitatif, tapi langkah ke sana (pangkas jatah BBM) sudah kita persiapkan dari minggu-minggu sebelum Lebaran,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU
Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?
Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’
Budi Arie Minta Maaf Terkait Video Viral Bersama Jokowi, Tegaskan Isu Pergantian Kekuasaan Murni Analisis Pribadi
Dedi Mulyadi Disebut Pindah ke PSI, Gerindra Jabar Sebut Hanya Rumor
Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:26 WIB

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Geng Remaja Bermotor Blokade Underpass ZA Pagar Alam, Polisi Kemana?!

Senin, 31 Agu 2026 - 12:43 WIB