Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia, BlackRock, memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak dunia hingga mencapai level USD150 per barel berpotensi besar memicu terjadinya resesi global.
Kekhawatiran tersebut muncul seiring dengan terus memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketegangan geopolitik ini telah memicu pergerakan liar dan ketidakpastian di pasar keuangan, di mana para investor mulai mencoba menakar dampak rentetannya terhadap lonjakan biaya energi.
Sebagai pengelola investasi yang saat ini mengendalikan aset bernilai fantastis mencapai USD14 triliun, penilaian BlackRock kerap menjadi indikator penting bagi laju ekonomi dunia.
Mereka menyoroti bahwa apabila ketegangan tidak segera mereda, harga minyak akan berisiko tertahan di level yang sangat tinggi dalam waktu yang lama.
Tingginya harga energi tersebut pada akhirnya akan memberikan tekanan berat pada biaya produksi dan inflasi di berbagai negara.
”Hasil akhirnya akan berupa resesi yang mungkin sangat tajam dan parah,” ungkap pihak BlackRock menanggapi ancaman krisis energi tersebut.
Hingga saat ini, pasar dunia masih terus memantau setiap perkembangan terbaru dari Timur Tengah serta dinamika suplai energi global guna mengantisipasi skenario terburuk bagi perekonomian.






