Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung mencatat realisasi pendapatan negara di wilayah Lampung mencapai Rp782,09 miliar hingga 31 Januari 2026. Angka ini setara dengan 5,84 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.
Di saat yang sama, belanja negara di Lampung menunjukkan tren ekspansif dengan realisasi sebesar Rp3,26 triliun, atau 11,90 persen dari total pagu anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Performa awal tahun ini dinilai cukup kuat dalam menopang ekonomi daerah di tengah tekanan moneter ketat dan volatilitas harga komoditas global.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung, Purwadhi Adhiputranto, menjelaskan, kinerja APBN di Lampung tetap solid meski dihadapkan pada dinamika global.
”Pada awal tahun 2026, kinerja APBN di Provinsi Lampung menunjukkan peran yang cukup kuat dalam menopang aktivitas ekonomi daerah. Meskipun terdapat tekanan dari dinamika global, penerimaan perpajakan domestik masih mencatatkan pertumbuhan yang baik,” ujar Purwadhi dalam konferensi pers, Kamis (12/3).
Secara tahunan (year-on-year), pendapatan negara di Lampung mengalami kontraksi sebesar 4,89 persen. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya penerimaan Bea Keluar akibat pelemahan harga komoditas utama di pasar internasional.
Berdasarkan data Januari 2026, sejumlah komoditas unggulan Lampung mengalami koreksi harga, yakni Batu Bara turun 4,30 persen menjadi 96,47 dolar AS per ton.
Crude Palm Oil (CPO) melemah 1,13 persen menjadi 915,64 dolar AS per metrik ton, kopi Robusta mengalami penurunan tertajam sebesar 9,70 persen secara bulanan akibat melimpahnya pasokan dari Vietnam.
Kendati pendapatan dari sektor ekspor tertekan, sektor perpajakan dalam negeri justru menunjukkan tren positif. Hingga akhir Januari 2026, penerimaan pajak di Lampung tercatat mencapai Rp510,77 miliar, tumbuh signifikan sebesar 29,30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. (*)






