Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat. Israel menyatakan bahwa Iran untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik jarak jauh ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, mengonfirmasi peluncuran dua rudal dengan daya jelajah mencapai 4.000 kilometer tersebut dilakukan oleh pasukan Iran. Menurut Zamir, langkah ini menandai eskalasi konflik yang signifikan karena memperluas jangkauan ancaman Teheran hingga melampaui kawasan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa; Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung,” tegas Zamir dalam pernyataan resminya, Minggu (22/3/2026).
Sumber di Kementerian Pertahanan Inggris menyebutkan, serangan terhadap fasilitas di Diego Garcia ini terjadi sesaat sebelum pemerintah Inggris secara resmi memberikan izin kepada AS pada Jumat lalu untuk menggunakan pangkalan militer Inggris guna menyerang situs-situs rudal Iran.
Sementara itu, di tengah eskalasi konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Iran sejak 28 Februari lalu, Presiden AS Donald Trump justru mengisyaratkan rencana penurunan intensitas militer.
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk secara bertahap mengakhiri operasi militer besar di Timur Tengah.
Ia juga menegaskan, pengamanan jalur vital Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara penggunanya, bukan semata-mata Amerika Serikat.
Di Israel sendiri, serangan rudal Iran pada Sabtu dilaporkan menghantam wilayah Dimona, sebuah kota gurun di bagian selatan yang berdekatan dengan reaktor nuklir rahasia Israel.
Layanan ambulans setempat melaporkan satu anak terluka parah dan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka. Sirene peringatan serangan udara dilaporkan terus berbunyi di berbagai penjuru Israel, memaksa jutaan warga berlindung.
Konflik juga dilaporkan merambat ke berbagai wilayah lain. Iran mengklaim telah meluncurkan drone ke pangkalan AS di Uni Emirat Arab dan Kuwait, serta melaporkan adanya serangan pasukan AS-Israel ke fasilitas nuklir Natanz dan pelabuhan Bushehr di Iran.
Di sisi lain, Israel terus meningkatkan serangannya, termasuk menggempur fasilitas produksi rudal balistik di sekitar Teheran dan menargetkan milisi Hizbullah di Beirut, Lebanon.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur.
“Kami bertekad untuk terus memimpin serangan terhadap rezim teroris Iran, memenggal komandan-komandannya dan menggagalkan kemampuan strategisnya sampai setiap ancaman keamanan dihilangkan,” tegas Katz.






