Bukan dari Timur Tengah, Bahlil Buka Sinyal RI Bakal Impor Minyak dari Tetangga Sebelah!

- Editor

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Tokyo – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menjajaki peluang impor minyak bumi dari Brunei Darussalam, langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkuat pasokan dan ketahanan energi nasional.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Wakil Menteri Energi Brunei Darussalam, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah, di sela-sela acara Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei menjadi salah satu opsi strategis yang kita dorong, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman,” kata Bahlil.

Brunei sendiri diketahui memiliki kapasitas produksi minyak yang cukup besar, yakni sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari.

Selain pembahasan terkait impor minyak, pertemuan ini juga membuahkan kesepakatan pertukaran teknologi dan keahlian antar kedua negara.

Delegasi Brunei menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari langkah diversifikasi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Indonesia.

​Brunei saat ini mengandalkan 99 persen gas alam untuk pembangkit listriknya. Ke depan, negara tersebut berencana mengurangi porsi gas dan meningkatkan kapasitas pembangkit nasionalnya hingga lima kali lipat, dari 1 Gigawatt (GW) menjadi 5 GW.

Lebih lanjut, Brunei juga tertarik mengadopsi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang digunakan oleh PT Pertamina (Persero) dalam menggenjot produksi di sumur-sumur minyak tua.

Saat ini, Brunei masih menggunakan metode water flooding dan berencana beralih ke metode chemical flooding layaknya EOR. Bahlil menegaskan bahwa Indonesia siap memfasilitasi kerja sama dan transfer ilmu dengan perusahaan pelat merah tersebut.

Sebagai bentuk kerja sama timbal balik, Indonesia turut menawarkan peluang investasi bagi Brunei melalui skema Koridor Ekonomi Indonesia (IEDC).

Brunei diajak untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah terpencil (remote area) di Indonesia.

Selain itu, kedua negara sepakat untuk merancang program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dari sektor hulu migas hingga energi terbarukan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi
BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!
Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih
Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?
Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP
Jurus Efisiensi Menkeu Purbaya, Targetkan Anggaran Program MBG di Bawah Rp200 Triliun!
Cegah Gabah Keluar Daerah, Gubernur Lampung Instruksikan Koperasi Desa Serap Hasil Panen
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:46 WIB

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!

Jumat, 11 September 2026 - 07:52 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi

Jumat, 11 September 2026 - 07:47 WIB

BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!

Rabu, 9 September 2026 - 17:25 WIB

Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?

Berita Terbaru