Terungkap! Ini ‘Senjata Rahasia’ Pemprov Lampung Bikin Petani Singkong Makin Cuan

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen membangun ekosistem ubi kayu (singkong) berkelanjutan dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri.  

Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menghadiri silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di Hotel Santika, Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Gubernur Rahmat menyatakan bahwa selama satu tahun terakhir, Pemprov Lampung fokus melakukan akselerasi dan penataan tata kelola industri tapioka agar lebih berkeadilan. Salah satu bentuk nyata kebijakan tersebut adalah penetapan harga singkong melalui Peraturan Gubernur (Pergub).

​Langkah regulasi ini diambil untuk menciptakan titik keseimbangan (equilibrium) guna menjamin kesejahteraan para petani sekaligus menjaga keberlangsungan operasional industri tapioka. Kebijakan ini dinilai krusial karena sekitar 70 persen industri tapioka nasional terpusat di Provinsi Lampung.

“Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha,” tegas Gubernur Mirza.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku industri tapioka yang telah kooperatif dalam mendukung kebijakan harga tersebut.

Dirinya menekankan, kebangkitan sektor pertanian hanya dapat dicapai melalui keselarasan tiga pilar utama, yaitu pemerintah (regulator), dunia usaha (industri), dan masyarakat (petani).

​Selain regulasi harga, Pemprov Lampung juga akan memacu produktivitas singkong melalui optimalisasi Cassava Center. Pusat riset ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan bibit unggul serta metode budidaya modern yang akan melibatkan kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri.

“Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin kuat dan melompat lebih tinggi,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sempat Viral dan Bikin Heboh, Korban Kasus Pemerasan di Pesawaran Cabut Laporan Polisi
BRI Kanca Teluk Betung Fasilitasi Pembayaran Program Keringanan Pajak Kendaraan 2026
Takut Kena ‘Dor’ Polisi, Buronan Curanmor di Tanggamus Kena Mental dan Pilih Menyerahkan Diri!
Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor Asal Jabung Tewas Ditembak Polisi
Pemkab Tanggamus Cairkan Rp34,5 Miliar untuk Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Mulai Hari Ini
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Jadi Momentum Perkuat Program MBG
Nekat Jalan Kaki 5 Jam Kabur dari Ponpes, Alasan Tiga Santri Tanggamus Ini Bikin Geleng Kepala!
Polisi Tetapkan Remaja 17 Tahun Tersangka Kedua Pembunuhan Lamtim, Pancing Korban Via DM Facebook
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:51 WIB

Sempat Viral dan Bikin Heboh, Korban Kasus Pemerasan di Pesawaran Cabut Laporan Polisi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:09 WIB

BRI Kanca Teluk Betung Fasilitasi Pembayaran Program Keringanan Pajak Kendaraan 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:02 WIB

Takut Kena ‘Dor’ Polisi, Buronan Curanmor di Tanggamus Kena Mental dan Pilih Menyerahkan Diri!

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:34 WIB

Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor Asal Jabung Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:57 WIB

Pemkab Tanggamus Cairkan Rp34,5 Miliar untuk Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Mulai Hari Ini

Berita Terbaru