Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan signifikan hingga melewati level US$ 80 per barel pada perdagangan Senin (2/3/2026).
Kenaikan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan harga ini menimbulkan kekhawatiran di pasar global akan terjadinya gangguan pasokan energi.
Para analis memprediksi bahwa jika eskalasi perang terus berlanjut, harga minyak berpotensi menembus angka psikologis US$ 100 per barel dalam waktu dekat.
Kondisi “membara” di pasar minyak ini dipengaruhi oleh posisi strategis Iran sebagai salah satu produsen minyak utama dunia dan kendalinya atas jalur distribusi energi di Selat Hormuz.
Investor merespons situasi tersebut dengan aksi beli masif guna mengamankan aset, yang menyebabkan grafik harga terus merangkak naik sejak pembukaan pasar awal pekan ini.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku pasar masih mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak ke level US$ 100 per barel dikhawatirkan akan memberikan tekanan inflasi tambahan bagi ekonomi global yang saat ini tengah berusaha pulih. (*)






