Caption : ist (Dok. Sindo)
HHariannarasi.com, Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan perkembangan terbaru terkait negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran, Trump menyebut hasil dari pembicaraan tersebut sangat mengejutkan dan berada di luar dugaan banyak pihak.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (7/2), Trump memberikan indikasi bahwa kesepakatan baru dengan Iran kemungkinan besar akan segera tercapai. Namun, ia tidak merinci secara detail poin-poin teknis yang disepakati dalam pertemuan tertutup tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Hasil negosiasi nuklir dengan Iran ini benar-benar di luar dugaan. Kami mencapai kemajuan yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan oleh siapa pun sebelumnya,” ujar Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih.
Langkah diplomatik ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump periode kedua untuk menata ulang stabilitas di Timur Tengah. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat menegang terkait pengayaan uranium dan sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS.
Sejumlah pengamat internasional menilai pernyataan Trump ini sebagai sinyalemen positif bagi pasar global dan keamanan kawasan. Meski demikian, rincian mengenai komitmen Iran untuk membatasi aktivitas nuklirnya dan skema pencabutan sanksi dari pihak AS masih menunggu pengumuman resmi dari kedua belah pihak.
Menlu Iran Sebut Negosiasi Nuklir dengan AS Konstruktif, Siap Lanjutkan Dialog
Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mendeskripsikan atmosfer pertemuan terbaru tersebut berjalan secara positif dan konstruktif.
Dalam keterangannya kepada televisi pemerintah Iran pada Sabtu (7/2), Araghchi mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk meneruskan proses diplomasi tersebut.
”Dalam suasana yang sangat positif, argumen-argumen kami dipertukarkan dan pandangan pihak lain telah disampaikan kepada kami,” ujar Araghchi yang memimpin delegasi Teheran dalam perundingan tersebut.
Araghchi menjelaskan bahwa perundingan yang digelar di Muscat, Oman, tersebut berfokus secara eksklusif pada program nuklir Iran. Meski negara-negara Barat mencurigai adanya potensi pengembangan senjata atom, Araghchi menegaskan kembali posisi Teheran bahwa program tersebut sepenuhnya bertujuan damai.
Dalam wawancara terpisah dengan kantor berita resmi IRNA, Araghchi juga memberikan catatan diplomatik agar proses ini dapat berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya bagi Washington untuk menghentikan pola tekanan terhadap Iran.
”Kami berharap AS menahan diri dari ancaman dan tekanan sehingga pembicaraan dapat terus berlanjut,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kedua negara dilaporkan masih berupaya mencari titik temu guna meredakan ketegangan terkait pengayaan uranium yang menjadi perhatian komunitas internasional. (*)






