Perkuat Pertanian, Pemprov Lampung Gandeng BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

- Editor

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memproyeksikan sektor pertanian dan perbaikan tata niaga komoditas sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. 

Langkah ini diambil guna memastikan dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengawal target tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Lampung pada Kamis (5/2) tersebut juga membahas strategi menjaga stabilitas ekonomi menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.

​“Kami meminta BI untuk terus mendampingi Provinsi Lampung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan. Fokus kita adalah menjaga keseimbangan agar pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak pada kemakmuran masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Fokus Perbaikan Tata Niaga

Berdasarkan hasil pemetaan persoalan ekonomi sepanjang tahun 2025, Pemprov Lampung mengidentifikasi bahwa tata niaga komoditas strategis masih menjadi hambatan utama.

Sistem perdagangan yang belum efisien dinilai menyebabkan nilai tambah yang diterima petani belum optimal. Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian khusus meliputi, Gabah, Singkong, Jagung dan Cabai.

Strategi Hilirisasi dan Pengendalian Inflasi

Gubernur Mirza menegaskan bahwa pengendalian inflasi kini tidak hanya sekadar menjaga stabilitas harga, tetapi juga mengatur keseimbangan antara suplai dan permintaan.

Ia mencontohkan komoditas hortikultura seperti cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga akibat distribusi yang tidak merata. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Lampung akan mendorong program hilirisasi atau diversifikasi produk saat terjadi surplus produksi.

“Kedepan, jika kita sedang surplus, harus ada langkah lanjutan seperti hilirisasi. Ini penting agar petani tetap mendapatkan nilai tambah yang besar, terutama yang diciptakan langsung di desa,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sempat Viral dan Bikin Heboh, Korban Kasus Pemerasan di Pesawaran Cabut Laporan Polisi
BRI Kanca Teluk Betung Fasilitasi Pembayaran Program Keringanan Pajak Kendaraan 2026
Takut Kena ‘Dor’ Polisi, Buronan Curanmor di Tanggamus Kena Mental dan Pilih Menyerahkan Diri!
Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor Asal Jabung Tewas Ditembak Polisi
Pemkab Tanggamus Cairkan Rp34,5 Miliar untuk Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Mulai Hari Ini
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Jadi Momentum Perkuat Program MBG
Nekat Jalan Kaki 5 Jam Kabur dari Ponpes, Alasan Tiga Santri Tanggamus Ini Bikin Geleng Kepala!
Polisi Tetapkan Remaja 17 Tahun Tersangka Kedua Pembunuhan Lamtim, Pancing Korban Via DM Facebook
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:51 WIB

Sempat Viral dan Bikin Heboh, Korban Kasus Pemerasan di Pesawaran Cabut Laporan Polisi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:09 WIB

BRI Kanca Teluk Betung Fasilitasi Pembayaran Program Keringanan Pajak Kendaraan 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:02 WIB

Takut Kena ‘Dor’ Polisi, Buronan Curanmor di Tanggamus Kena Mental dan Pilih Menyerahkan Diri!

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:34 WIB

Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor Asal Jabung Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:57 WIB

Pemkab Tanggamus Cairkan Rp34,5 Miliar untuk Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Mulai Hari Ini

Berita Terbaru