Catat di Angka 1,25 Persen, Lampung Pertahankan Inflasi Terendah Kedua Nasional

- Editor

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berhasil mencatatkan kinerja positif dengan menempati peringkat kedua daerah dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.  

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Lampung tercatat sebesar 1,25%, hanya terpaut tipis di bawah Sulawesi Utara yang berada di angka 1,23%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual, Selasa (27/1).

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti jalannya rapat dari Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.

Peringatan Mendagri Terkait Ambang Batas

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa inflasi nasional secara year-on-year (yoy) pada Desember 2025 berada di angka 2,92%. Meski masih di bawah ambang batas maksimal 3,5%, angka ini mulai mendekati batas psikologis 3%.

​”Jika inflasi melewati 3,5%, masyarakat kelas bawah akan sangat merasakan dampaknya. Angka 3% ini sudah menjadi warning bagi kita semua,” tegas Mendagri.

​Kenaikan inflasi bulanan (month-to-month) dari 0,17% pada November menjadi 0,64% pada Desember dipicu oleh tiga faktor utama:

  1. Komoditas Pangan: Terutama makanan dan minuman.
  2. Transportasi: Kenaikan biaya mobilitas akhir tahun.
  3. Emas: Harga emas dunia yang melonjak tajam mendekati Rp3 juta per gram akibat dinamika global.
Kondisi Pangan dan Stok di Lampung

​Menanggapi arahan pusat, Staf Ahli Gubernur Lampung, Bani Ispriyanto, memastikan bahwa kondisi inflasi di Bumi Ruwa Jurai masih terkendali. Ia menyatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan ketat terhadap komoditas yang rentan terhadap fluktuasi harga.

​”Stok bahan pokok di Lampung aman. Namun, kita tetap waspada terhadap pergerakan harga cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam,” ujar Bani usai rapat.

Terkait kenaikan harga telur ayam ras yang menyentuh Rp30.000 per kilogram di beberapa pasar, Bani menegaskan harga tersebut masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET). Perbedaan harga di lapangan dinilai sebagai dampak dari biaya distribusi dan jarak tempuh pedagang kecil dari distributor.

Evaluasi Pakan Ternak dan Jagung

​Selain masalah distribusi, Pemprov Lampung juga memantau ketersediaan pakan ternak. Meskipun stok dilaporkan mencukupi, terdapat anomali pada harga jagung yang tetap tinggi di tingkat distributor meskipun sedang memasuki masa panen raya.

​”Harga jagung di distributor agak tinggi padahal sedang panen raya. Kami sedang mendalami penyebab kendala ini agar tidak mengganggu stabilitas harga pangan ke depannya,” pungkas Bani.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah guna memastikan suplai tetap lancar dan distribusi barang kebutuhan pokok tidak terhambat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kadin Lampung Duga Ada Salah Kelola BBM, Antrean Truk 24 Jam Ancam Sektor Ekspor-Impor
Didukung Modal BRI, Pengusaha Marning di Bengkulu Selatan Sukses Beli Kebun Sawit
Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung
Mendunia! Sistem QRIS Indonesia Raih Penghargaan ’50-in-5 Awards’ dari New York
Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun
Ini Daftar Negara Pemberi Utang Luar Negeri Indonesia, Siapa Jadi Kreditur Terbesar? 
Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit
Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Kadin Lampung Duga Ada Salah Kelola BBM, Antrean Truk 24 Jam Ancam Sektor Ekspor-Impor

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Didukung Modal BRI, Pengusaha Marning di Bengkulu Selatan Sukses Beli Kebun Sawit

Sabtu, 26 September 2026 - 14:50 WIB

Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 11:23 WIB

Mendunia! Sistem QRIS Indonesia Raih Penghargaan ’50-in-5 Awards’ dari New York

Sabtu, 19 September 2026 - 17:06 WIB

Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun

Berita Terbaru