Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar, mengkritik kebijakan pengangkatan petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai kurang memberdayakan tenaga guru honorer.
Syukron menyatakan keprihatinannya lantaran banyak guru honorer yang telah mengabdi lama namun belum mendapatkan kepastian kesejahteraan. Menurutnya, program nasional seperti MBG seharusnya bisa menjadi peluang untuk memberikan tambahan penghasilan atau peran strategis bagi mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Sangat disayangkan jika pengangkatan petugas MBG justru mengabaikan keberadaan guru honorer yang sudah ada di lingkungan sekolah. Padahal mereka memahami kondisi lapangan dan siswa dengan baik,” ujar Syukron dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Politisi PKS ini menilai bahwa guru honorer memiliki kompetensi dan kedekatan emosional untuk membantu pengelolaan atau pengawasan program tersebut di sekolah.
Ia khawatir jika rekrutmen dilakukan tanpa mempertimbangkan tenaga honorer yang ada, hal itu akan menimbulkan kecemburuan sosial dan ketidakadilan bagi para pendidik.
Lebih lanjut, Syukron mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meninjau ulang mekanisme rekrutmen tersebut. Ia menyarankan adanya kuota atau prioritas khusus bagi guru honorer dalam struktur pelaksana program MBG di tingkat satuan pendidikan.
DPRD Lampung berkomitmen untuk mengawal isu ini agar setiap program pemerintah tidak hanya sukses secara tujuan nasional, tetapi juga memberikan dampak kesejahteraan yang adil bagi tenaga kerja di sektor pendidikan. (*)






