RI-Inggris Sepakati Konservasi 57 Taman Nasional, Way Kambas Jadi Prioritas!

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Inggris – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Raja Inggris, Charles III, menyepakati penguatan kerja sama di bidang lingkungan hidup dan pemulihan ekosistem. 

Dalam pertemuan yang berlangsung di Lancaster House, London, Rabu (21/1), Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa fokus utama dari kesepakatan ini adalah komitmen Inggris dalam mendukung pemulihan 57 taman nasional di seluruh Indonesia.

“Intinya ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan mendukung pemulihan 57 taman nasional di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan resminya melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Kamis (22/1).

Fokus pada Way Kambas dan Satwa Kunci

Taman Nasional Way Kambas mendapatkan perhatian khusus dalam kerja sama ini karena perannya sebagai pusat konservasi gajah Sumatra.

Dukungan internasional tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan habitat alami sekaligus memperkuat perlindungan terhadap satwa kunci di kawasan tersebut.

Selain Way Kambas, program pelestarian ini juga mencakup kawasan Peusangan di Aceh. Kawasan tersebut merupakan bagian dari lahan seluas 90.000 hektare milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan lingkungan.

Pelibatan Kajian Ilmiah

Teddy menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan seluas 90.000 hektare tersebut akan dilakukan secara selektif. Penataan dan pembagian zona akan didasarkan pada kajian teknis dari World Wide Fund for Nature (WWF).

“Pemanfaatan lahan tersebut tidak seluruhnya untuk konservasi gajah. Penataan akan disesuaikan berdasarkan kajian WWF, baik untuk konservasi gajah maupun ekosistem lainnya,” tambah Teddy.

Kerja sama bilateral ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem konservasi nasional, tetapi juga mempertegas posisi strategis Indonesia dalam agenda pelestarian lingkungan global. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apa Jadinya Jika Militer Menguasai Ekonomi? Berkaca pada Kehancuran Ekonomi di 6 Negara! 
Lulus Sekolah Langsung Kuliah dan Kerja di Korea? Simak Gebrakan Baru Pemprov Lampung Ini!
Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, USGS Prediksi Korban Tewas Hingga 100 Ribu Jiwa
Prediksi Bola Jordan vs Algeria 23 Juni 2026: Duel di Grup J Piala Dunia 2026
Buntut Serangan Israel ke Lebanon, Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Usai Kapal Bantuan Gaza Dicegat Israel, Jurnalis Asal Lampung Hilang Kontak!
Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Bagikan Pengalaman Transportasi Jakarta
Sempat Dipanggil Polda Sumut, Lagu Viral Siti Mawarni Ya Incek Dipakai Klub Borussia Dortmund
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:17 WIB

Apa Jadinya Jika Militer Menguasai Ekonomi? Berkaca pada Kehancuran Ekonomi di 6 Negara! 

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:07 WIB

Lulus Sekolah Langsung Kuliah dan Kerja di Korea? Simak Gebrakan Baru Pemprov Lampung Ini!

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:38 WIB

Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, USGS Prediksi Korban Tewas Hingga 100 Ribu Jiwa

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:07 WIB

Prediksi Bola Jordan vs Algeria 23 Juni 2026: Duel di Grup J Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:59 WIB

Buntut Serangan Israel ke Lebanon, Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Berita Terbaru