Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung progres pembangunan fasilitas mitigasi interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, pada Minggu (20/9).
Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur dalam menangani konflik antara gajah liar dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan kerja tersebut diawali dengan rapat koordinasi terkait manajemen pengelolaan gajah Sumatera.
Dalam forum tersebut, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, memaparkan detail laporan perkembangan proyek mitigasi agar penanganan interaksi hewan dilindungi tersebut dapat berjalan lebih terencana.
Usai mendengarkan paparan, rombongan langsung terjun ke lapangan untuk mengecek sejumlah infrastruktur utama.
Fasilitas mitigasi dan pengelolaan gajah yang ditinjau meliputi ruang karantina sementara (holding room), pusat komando (command center), arena bermain (playground), serta area simbolis pelepasan gajah.
Selain sarana penanganan konflik, Menhut dan Gubernur Lampung juga meninjau infrastruktur pendukung yang difokuskan untuk kegiatan edukasi dan konservasi.
Kegiatan tersebut seperti area upacara utama (main area ceremonial), menara pandang, hingga jembatan gantung di dalam kawasan TNWK.
Sebagai penutup rangkaian agenda, rombongan bertolak menuju sentra UMKM yang berada di kawasan taman nasional.
Peninjauan area UMKM ini bertujuan untuk memastikan adanya sinergi antara program konservasi gajah Sumatera dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di desa penyangga. (*)






