Ikhtiar Pemprov Lampung Memutus Rantai Konflik Gajah di Way Kambas

- Editor

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Menata ulang batas antara peradaban manusia dan belantara bukan perkara mudah, namun Pemerintah Provinsi Lampung tampaknya kian serius mengambil langkah radikal.  

Sebuah komitmen besar tengah digulirkan untuk menyudahi riwayat panjang konflik antara Gajah Sumatera dan warga di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanggung jawab besar ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur mitigasi berupa tanggul pengaman sepanjang 11 kilometer.

Proyek ini tidak sekadar membangun gundukan tanah, melainkan sebuah upaya strategis untuk menciptakan “garis perdamaian” di Kecamatan Way Jepara, titik di mana gesekan antara mamalia raksasa dan pemukiman mencapai level tertinggi.

​Gubernur Lampung memandang bahwa penyelesaian konflik ini tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Dibutuhkan kekuatan anggaran yang besar untuk menciptakan solusi permanen.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, mengungkapkan bahwa langkah diplomasi ke tingkat pusat telah dimulai. Sebuah proposal bernilai fantastis, sekitar Rp105 miliar, telah disodorkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

“Bapak Gubernur telah mengajukan usulan tersebut untuk memfasilitasi pembangunan tanggul. Kami akan terus mengawal dan melakukan follow up agar proyek ini dapat segera direalisasikan pada tahun berjalan ini,” tegas Yanyan dalam keterangan resminya, Senin (19/1).

Mitigasi Adaptif: Tak Hanya Sekadar Barrier

​Pembangunan tanggul setinggi dan sepanjang itu memiliki filosofi fungsional: sebagai barier fisik yang membatasi ruang gerak gajah liar agar tetap berada di zona konservasi. Namun, pemerintah menyadari bahwa karakter konflik di setiap jengkal perbatasan memiliki tipologi yang berbeda.

Dalam kacamata teknis, Yanyan menjelaskan bahwa pendekatan yang diambil adalah mitigasi adaptif. Pemerintah mengklasifikasikan konflik dalam tiga tingkatan:

1. Tipe Ringan: Frekuensi kemunculan rendah.

2. Tipe Sedang: Intensitas mulai mengganggu lahan pertanian.

3. Tipe Berat: Sangat parah dan mengancam keselamatan jiwa maupun aset warga.

“Setiap kilometer batas kawasan membutuhkan desain solusi yang presisi. Ada wilayah yang cukup dengan tanggul pengaman, ada yang membutuhkan pagar kejut listrik (electric fencing), bahkan ada yang hanya memerlukan pagar kawat. Ini adalah kombinasi solusi permanen,” papar Yanyan.

Mindungi Populasi, Menjamin Keamanan Warga

Dibalik angka miliaran rupiah tersebut, terselip misi kemanusiaan dan konservasi. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di desa-desa penyangga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang kecemasan.

Menjamin kelestarian Gajah Sumatera dengan meminimalisir potensi tindakan represif akibat konflik dan mengoptimalisasi Patroli: Keberadaan tanggul akan mempermudah petugas dalam melakukan pengawasan dan pengamanan habitat secara lebih efektif.

Kini, bola panas ada di tangan pemerintah pusat. Jika usulan ini melenggang mulus, tahun 2026 akan menjadi catatan sejarah baru bagi Lampung dalam membuktikan bahwa manusia dan satwa liar bisa hidup berdampingan dengan batas yang saling menghormati. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Duel Berdarah di Kotabumi! Tiga Orang Terkapar Bersimbah Darah Usai Adu Parang dan Pedang
Niat Hati Cari Cuan di Metro, Pemuda Tanggamus Ini Malah Berakhir di Penjara Gara-Gara Curi Emas Majikan
Dipicu Dendam, Pria di Pesibar Tembak Tetangga, Peluru Tembus Dada hingga Kemaluan
10 Gajah Liar Masuki Pemukiman di Sedayu, Ladang Jagung Warga Ludes!
Polda Lampung Libas 17 Sindikat di Pelabuhan Bakauheni, 179,5 Kg Sabu Gagal Edar!
Rekam dan Lakukan Kekerasan Seksual, Polisi Ringkus Pemuda Asal Lamsel Usai Dilaporkan Sang Pacar
Buron Setahun, DPO Kasus Begal Sadis di Lampung Timur Akhirnya Diringkus Polisi
Curi Mobil Orang Tua Teman, Pemuda di Bandar Lampung Ditembak Polisi!
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:43 WIB

Duel Berdarah di Kotabumi! Tiga Orang Terkapar Bersimbah Darah Usai Adu Parang dan Pedang

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:16 WIB

Dipicu Dendam, Pria di Pesibar Tembak Tetangga, Peluru Tembus Dada hingga Kemaluan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18 WIB

10 Gajah Liar Masuki Pemukiman di Sedayu, Ladang Jagung Warga Ludes!

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:44 WIB

Polda Lampung Libas 17 Sindikat di Pelabuhan Bakauheni, 179,5 Kg Sabu Gagal Edar!

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:37 WIB

Rekam dan Lakukan Kekerasan Seksual, Polisi Ringkus Pemuda Asal Lamsel Usai Dilaporkan Sang Pacar

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

AHY: Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Revitalisasi 1.397 Mts

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:24 WIB