Imbas Konflik Gajah Versus Manusia di Lamtim, TN Way Kambas Ditutup!

- Editor

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) akhirnya mengambil langkah drastis dengan memutuskan untuk menutup total seluruh aktivitas wisata alam di kawasan hutan konservasi tersebut.  

Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik antara gajah liar dan manusia yang kian meruncing di beranda taman nasional tertua di Indonesia ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Surat Edaran Nomor SE.105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menegaskan bahwa penutupan berlaku efektif mulai hari ini, Jumat (16/1), hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah ini diambil agar menjadi sinyal kuat bahwa kondisi di lapangan sedang tidak baik-baik saja. Bagi pengelola, ini bukan sekadar urusan administratif. Zaidi mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) memaksa pihaknya untuk melakukan kurasi ketat terhadap prioritas kerja.

Saat ini, nyawa dan ruang hidup warga di perbatasan hutan jauh lebih mendesak daripada kunjungan pelancong. “Fokus utama petugas saat ini adalah penanganan konflik gajah liar. Maka kegiatan wisata ditutup sementara, kecuali untuk urusan krusial seperti penelitian, magang, dan pendidikan,” ujar Zaidi lugas.

​Kebijakan ini berpijak pada payung hukum yang kuat, termasuk regulasi pemerintah mengenai pengusahaan pariwisata alam dan instruksi Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) terkait pemanfaatan satwa gajah.

​Penutupan ini tak lepas dari gelombang protes yang pecah pada Selasa (13/1) lalu. Ratusan warga yang bermukim di sekitar kawasan merangsek ke Kantor Balai TNWK di Desa Labuhan Ratu Lama. Aksi unjuk rasa tersebut adalah representasi dari “bom waktu” kekecewaan yang akhirnya meledak.

Bagi masyarakat sekitar, konflik gajah bukan lagi sekadar berita di koran, melainkan ancaman nyata yang mereka hadapi setiap malam.

Caption : Surat edaran penutupan sementara TN Way Kambas, imbas konflik gajah versus warga di Kabupaten Lampung Timur.

Berikut adalah poin-poin yang melatarbelakangi kemarahan warga:

1. Hilangnya Nyawa: Konflik ini telah mencatatkan duka mendalam dengan tewasnya seorang Kepala Desa akibat interaksi negatif dengan gajah liar.

2. Kerugian Ekonomi: Kerusakan lahan pertanian yang masif membuat warga merasa kehilangan sandaran hidup selama bertahun-tahun tanpa ada solusi konkret.

3. Tuntutan Tanggung Jawab: Warga mendesak Kementerian Kehutanan dan pengelola TNWK untuk tidak hanya “menjaga hutan”, tapi juga bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan ganti rugi dampak konflik.

Keputusan menutup Way Kambas adalah langkah pahit namun realistis. Sebagai institusi, TNWK kini berada di bawah mikroskop publik.

Tantangannya kini bukan lagi soal berapa banyak wisatawan yang datang, melainkan mampukah negara menghadirkan kedamaian di garis batas antara habitat gajah dan ruang hidup manusia.

Selama “gerbang” ditutup, publik menanti, apakah jeda ini akan melahirkan solusi jangka panjang, atau hanya sekadar upaya meredam api sementara. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ada Apa dengan RSUD Ryacudu? Aplikasi MJKN dan Kantong Obat Bikin Kisruh, Sekda Beri Ultimatum!
Diduga Live TikTok Saat Jam Kerja, ASN Dinas Ketahanan Pangan Lampung Diperiksa BKD
Pemerintah Buka 35.476 Lowongan Kopdes dan Kampung Nelayan, Tegaskan Tanpa Jalur ‘Ordal’
Gebrakan Bupati Saleh Asnawi! Gandeng BKN RI Rombak Total Kinerja ASN Tanggamus
Niat Cek Laporan Istri di Polsek, Pria Ini Malah Diciduk Polisi! Lah Kok Bisa?
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pantai Kota Agung Timur
Berkat Kucuran Dana KUR BRI, UMKM Mie Pangsit Cha Cha Pringsewu Tingkatkan Produksi
Tingginya Kasus Perceraian di Provinsi Lampung, 15 Ribu Istri Pilih Jadi Janda di 2025! Kabupaten Mana Tertinggi?
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:16 WIB

Ada Apa dengan RSUD Ryacudu? Aplikasi MJKN dan Kantong Obat Bikin Kisruh, Sekda Beri Ultimatum!

Kamis, 16 April 2026 - 12:56 WIB

Diduga Live TikTok Saat Jam Kerja, ASN Dinas Ketahanan Pangan Lampung Diperiksa BKD

Kamis, 16 April 2026 - 08:23 WIB

Gebrakan Bupati Saleh Asnawi! Gandeng BKN RI Rombak Total Kinerja ASN Tanggamus

Kamis, 16 April 2026 - 06:21 WIB

Niat Cek Laporan Istri di Polsek, Pria Ini Malah Diciduk Polisi! Lah Kok Bisa?

Kamis, 16 April 2026 - 06:00 WIB

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pantai Kota Agung Timur

Berita Terbaru

HUKUM

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:16 WIB