Antisipasi Lonjakan Jelang Lebaran, BI Sediakan ‘PINTAR’ untuk Penukaran Uang

- Editor

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang kartal jelang Idulfitri 2026, Bank Indonesia (BI) kembali mengaktifkan layanan kas keliling.  

Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan uang layak edar di masyarakat sekaligus memitigasi risiko penukaran uang tidak resmi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui digitalisasi layanan via aplikasi dan laman PINTAR, BI menawarkan mekanisme penukaran yang terjadwal, transparan, dan bebas antrean panjang.

​Sistem PINTAR dirancang untuk memberikan kepastian waktu dan lokasi bagi masyarakat, menghapus ketidakpastian yang kerap terjadi pada metode konvensional “go-show”.

Kuota dan Mekanisme Distribusi

Demi pemerataan distribusi, BI memberlakukan pembatasan kuota penukaran yang ketat:

1. Uang Logam, Maksimal 250 keping per pecahan.

2. Uang Kertas, Wajib dalam kelipatan 100 lembar per pecahan, dengan total nominal menyesuaikan alokasi harian BI.

Masyarakat perlu memahami bahwa uang hasil penukaran dapat berasal dari berbagai tahun emisi, selama masih berstatus alat pembayaran yang sah.

Syarat Mutlak Penukaran

​BI menekankan kedisiplinan masyarakat dalam menyiapkan uang yang akan ditukarkan agar proses verifikasi berjalan cepat. Berikut ketentuan krusial yang wajib dipatuhi:

1. Kondisi Fisik Uang, Uang harus dipilah menurut jenis pecahan dan tahun emisi, serta disusun searah. Penggunaan alat perekat (selotip, lakban) atau steples dilarang keras.

2. Identitas Penukar, penukaran tidak dapat diwakilkan. Penukar wajib hadir membawa KTP asli dan bukti pemesanan (digital/cetak).

3. Ketentuan NIK, satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya berlaku untuk satu pemesanan aktif. Pemesanan baru baru bisa dilakukan setelah tanggal penukaran sebelumnya terlewati.

Prosedur Pemesanan via PINTAR

Masyarakat yang hendak mengakses layanan ini wajib melakukan reservasi daring dengan langkah sebagai berikut:

1. Akses aplikasi atau situs resmi PINTAR BI.

2. Pilih menu kas keliling, kemudian tentukan provinsi, lokasi, dan tanggal yang tersedia.

3. Isi data diri (NIK, Nama Lengkap, Nomor Telepon).

4. Tentukan jumlah nominal penukaran sesuai ketersediaan.

5. Simpan bukti pemesanan sebagai syarat verifikasi di lokasi.

Dengan mematuhi prosedur ini, masyarakat turut mendukung upaya Bank Indonesia dalam menciptakan ekosistem peredaran uang Rupiah yang bersih, aman, dan terjaga kualitasnya menyambut hari raya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!
Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!
IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI
IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera
KUR BRI 2026: Ini Syarat, Bunga, dan Rincian Cicilan Bulanannya!
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:56 WIB

IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol

Berita Terbaru